Lombok Post
Headline Metropolis

Defisit Berkurang, Pemadaman Belum Hilang

PEMBANGKIT: Kepala Ombudsman NTB Adhar Hakim (tiga dari kiri) berbincang dangan manajemen PLN NTB saat meninjau PLTMGU Lombok Peaker, kemarin (19/11)

MATARAM-Setelah mendapat komplain banyak pihak, PLN mulai mengoperasikan beberapa mesin pembangkit. Meski baru uji coba, dafisit daya sistem kelistrikan Lombok mulai berkurang. Tapi Lombok belum bebas dari pemadaman bergilir. Masyarakat harus bersabar sampai situasi benar-benar normal.

                Hal itu terungkap saat Ombudsman NTB meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas dan Uap (PLTMGU) Lombok Peaker dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang Unit 2, kemarin (19/11). Kepala Ombudsman NTB Adhar Hakim bersama timnya melihat langsung proses pembangunan PLTMGU dan pemulihan PLTU Jeranjang, di Desa Taman Ayu, Lombok Barat.

                Di PLTMGU Lombok Peaker unit-unit pembangkit sedang dikerjakan para pekerja. Tapi tiga unit mesin sudah mulai diuji coba pengoperasiannya. Hingga kemarin Lombok Peaker sudah menghasilkan daya sebesar 28 MW. Bahkan sebelum beban puncak sore kemarin, PLN menargetkan PLTMGU sudah mampu menghasilkan daya sebesar 36 MW.

                Meski sudah mampu menghasilkan daya sebesar 36 MW, namun belum mampu menjamin tidak ada pemadaman bergilir lagi. Sebab pada tahap uji coba, kondisinya masih fluktuatif. Mesin yang baru beroperasi kadang-kadang harus diseting ulang dan beberapa perbaikan teknis lainnya. ”Memang mengurangi defisit, tapi akan tertutupi semua setelah semua selesai pengujian,” kata Manager Pemeliharaan Pembangkitan PLN Unit Induk wilayah NTB Yuniseta Aribawa, di PLTMGU Lombok Peaker.

                Selain itu, PLTU Jeranjang unit 2 juga sudah mulai diuji coba. Daya yang dihasilkan hingga kemarin mencapai 8 MW. Pasokan itu juga sudah masuk ke sistem kelistrikan Lombok, namun belum mampu mengatasi pemadaman bergilir secara keseluruhan.

                Hingga siang kemarin, kemampuan daya sistem kelistrikan Lombok mencapai 227 MW dengan beban pelanggan pada siang hari 201 MW. Ada surplus daya 26 MW, sehingga siang kemarin tidak dilakukan pemadaman. Namun kondisi itu bisa berubah pada beban puncak di malam hari.  Pada malam hari beban puncak mencapai 259 MW, sehingga terjadi defisit hingga 32 MW.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Mataram Dony Noor Gustiarsyah menerangkan, kondisi kelistrikan dipengaruhi kemampuan daya di pembangkit dan beban daya di pelanggan. Malam sebelumnya, mereka melakukan pemadaman hingga 40 MW karena disesuaikan dengan kondisi pembangkit.

Tapi kondisi itu akan berangsur membaik bila pasokan daya dari PLTU Jeranjang Unit 2 dan PLTMG Lombok Peaker semakin banyak. Mereka menargetkan defisit bisa ditekan hingga 20 MW, bahkan beberapa hari ke depan bisa ditekan hingga 10 MW.

Manager Bagian Proyek PLTGU Lombok Peaker Julian Arlisdianto menjelaskan, pihaknya terus melakukan pembangunan agar pembangkit lebih cepat beroperasi.  PLTMGU Lombok Peaker yang ada di Tanjung Karang itu memiliki kapasitas 136 MW. Pembangkit itu akan menjadi salah satu tulang punggung untuk memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Lombok. Direncanakan, Lombok Peaker beroperasi penuh 23 Desember  mendatang.

Sementara itu, Kepala Ombudsman NTB AdharH Hakim menekankan, PLN harus terus mengupayakan agar kondisi benar-benar normal. Dengan segala upaya mereka harus mampu menekan defisit daya yang tengah terjadi saat ini. Setelah melihat kondisi pembangkit, dia yakin pemadaman bisa terus dikurangi. ”Kita kejar agar tidak  sampai Desember,” katanya.

Masalahnya proses perbaikan pembangkit juga butuh waktu. Tapi persoalan itu menjadi bias karena PLN tidak menjelaskan secara detail kepada masyarakat. Banyak hal tidak dijelaskan dengan baik.

Warga menginginkan pemadaman begilir terus dikurangi agar aktivitas tidak terganggu. PLN dalam hal ini harus mendengar keluhan masyarakat tersebut. Jika mereka protes keras itu hal yang wajar. Sebab aktivitas perekonomian terganggu dengan pemadaman tersebut. (ili/r5)

Berita Lainnya

Pastikan Ujian Nasional Dihapus

Redaksi Lombok Post

Di Bawah Bayang-Bayang PT Gili Trawangan Indah

Redaksi Lombok Post

Tiga Pelajar di Lotim Tertangkap Saat Pesta Sabu

Redaksi Lombok Post

Warga Sekarbela Sumbang Rp 162,5 Juta untuk Palestina

Redaksi Lombok Post

Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia Klarifikasi Pernyataan Menkes

Redaksi Lombok Post

Jangan Mau Merariq Kodek, Gak Keren Tau!

Redaksi Lombok Post

Atlet Menembak dan Selancar NTB Sumbang Emas untuk Indonesia

Redaksi Lombok Post

Hitung Mundur, 24 Bulan Menuju MotoGP

Redaksi Lombok Post

Sembilan Produk Rucika Raih Green Label Indonesia

Redaksi Lombok Post