Lombok Post
Praya

Majukan Pariwisata dengan Menggenjot SDM

BANGUN PARIWISATA: Direktur Poltekpar Lombok H Hamsu Hanafi (berdiri) menjelaskan sapta pesona di hadapan pelaku pariwisata dalam sebuah acara di Desa Penujak, Praya Barat, kemarin.

PRAYA-Pelaku pariwisata lingkar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dibekali pengetahuan sapta pesona pariwisata. ”Ini penting menyambut perkembangan pariwisata di daerah kita,” kata Sekda Lombok Tengah HM Nursiah, usai menjadi pembicara pelatihan bagi pelaku pariwisata di D’Max Hotel, Desa Penujak, Praya Barat, kemarin.

      Dia mengingatkan, MotoGP di KEK Mandalika dipastikan digelar dalam dua tahun kedepan. Sebagai tuan rumah, semua harus siap. Termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. ”Saya apresiasi kegiatan yang dilaksanakan Poltekpar ini,” ujarnya merujuk pertemuan yang tengah berlangsung.

      Poltekpar memiliki serangkaian program untuk membantu pemerintah mempersiapkan sejumlah hal. Misalnya, terkait pelaku pariwisata yang coba terus ditingkatkan levelnya. ”Kali ini kami adakan sejenis pelatihan,” sambung Direktur Poltekpar Lombok H Hamsu Hanafi.

      Isinya, memperkenalkan dan menekankan bagaimana bertanggungjawab bersama menjaga keamanan, kenyamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahamahan, dan kenangan. Dengannya, wisatawan akan betah berlama-lama di daerah ini. Dengannya, calon wisatwan juga akan berdatangan.

      Yang menerima hasil, kata Hamsu tentu pelaku pariwisata dan masyarakat pada umumnya. Pesannya, pelaku pariwisata harus memberikan contoh bagi masyarakat. ”Kegiatan semacam ini rutinkan kita gelar,” imbuhnya.

      Selain itu, pihaknya juga menyinggung potensi desa-desa wisata di Loteng. Dia menyarankan, desa-desa wisata yang harus bereran menjadi pendukung pariwisata utama. Setiap desa wisata juga harus menjual objek yang berbeda satu dengan lainnya. Menjual keunikannya masing-masing.

      Potensi yang bisa dijual diantaranya adat istiadat, seperti upacara adat, upacara tradisional desa, rumah adat atau kegiatan yang berbau budaya dan religi. ”Bisa juga kekayaan alam,” ujarnya. (dss/r9)

Berita Lainnya

Hebat, Patut Dicontoh, MTsN 1 Loteng Raih Predikat Kantin Sehat

Redaksi Lombok Post

Jangan Mau Merariq Kodek, Gak Keren Tau!

Redaksi Lombok Post

27 UMKM Lingkar KEK Mandalika Dapat Bantuan

Redaksi Lombok Post

Hitung Mundur, 24 Bulan Menuju MotoGP

Redaksi Lombok Post

Dana Dam Mujur Tersedia, Daerah Harus Kompak

Redaksi Lombok Post

Pasangan HL Pathul Bahri dan Ferdi Elmansyah Hampir Final

Redaksi Lombok Post

11 Pengedar Narkoba Antar-Kabupaten Dibui

Redaksi Lombok Post

Dam Mujur Belum “Mujur”

Redaksi Lombok Post

Ferdi Dapat Restu Ibu Siap Maju di Pilbup Loteng 2020

Redaksi Lombok Post