Lombok Post
Metropolis

Astaga, Enam TKI Asal NTB Diduga Jadi Korban TPPO

HM Agus Patria

MATARAM-Enam tenaga kerja Indonesia (TKI) nonprosedural dipulangkan. Diduga kuat mereka adalah korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). ”Cukup beralasan untuk dicek kebenarannya oleh kepolisian,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertans) NTB HM Agus Patria, kemarin (2/12).

                Lima orang bekerja di negara Timur Tengah, satu di Malaysia. Mereka adalah Kasniwati asal KLU, dia bekerja di Uni Emirat Arab (UEA). Rohana asal Buer, Kabupaten Sumbawa bekerja di Abu Dhabi.

Neng Sanem asal Dompu, bekerja ke Suriah. Ramlah binti Kaharudin Ibrahim asal Dompu juga bekerja di Suriah. Lisa Sasmita binti Sahri Ramadan, asal Sumbawa Barat, bekerja di UEA, dan Genudin asal Lingsar, Lombok Barat, dia bekerja di Malaysia. ”TKI yang bekerja di Malaysia pulang karena sakit,” katanya.

Agus belum berani menyimpulkan mereka korban TPPO atau tidak. ”Itu kewenangan kepolisian yang akan melakukan penyelidikan,” ujar mantan Asisten I Setda NTB itu.

Meski demikian, menurut Agus, hampir dipastikan TKI sektor informal yang dipekerjakan ke Timur Tengah merupakan korban TPPO. ”Sebab pemerintah masih memoratorium pengiriman TKI ke sana,” kata dia.

Selama ini banyak buruh migran dirayu para tekong dengan iming-iming gaji besar. Mereka pun nekat menempuh jalur ilegal. ”Perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” sarannya.

Dia berharap masyarakat mendukung aparat kepolisian mengusut pelaku TPPO. ”Dengan demikian kita dapat mengungkap dalang dan semua pelaku TPPO,” tegasnya.

Plt Kepala BP3TKI Mataram Noerman Adhiguna menjelaskan, pemulangan terus difasilitasi negara. ”Mereka dipulangkan langsung ke rumah masing-masing,” katanya.

Dia belum memastikan mereka korban TPPO. Pihaknya sedang mendalami siapa pihak yang memberangkatkan. ”Bisa saja disebut korban perdagangan orang, tetapi kepolisian yang punya kewenangan,” jelasnya. (ili/r5)

Enam TKI Korban TPPO yang Dipulangkan

Nama                 Asal                      Negara

Kasniwati         KLU                      UEA

Rohana              Sumbawa         Abu Dhabi

Neng Sanem   Dompu               Suriah

Ramlah               Dompu               Suriah

Lisa Sasmita   Sumbawa         UEA

Genudin             Lobar                 Malaysia

Sumber: Disnakertrans NTB  

Berita Lainnya

BPJS Bantah Nunggak Enam Bulan

Redaksi Lombok Post

Dewan Minta BPJS Segera Bayar Tunggakan

Redaksi Lombok Post

Siaga Bencana, 700 Pasukan Dikerahkan

Redaksi Lombok Post

BPJS Nunggak, Pelayanan RS Terganggu

Redaksi Lombok Post

Ini Rencana Pemprov untuk TPA Rincung

Redaksi Lombok Post

Warga Pondok Perasi Ngadu ke Gubernur

Redaksi Lombok Post

Penggunaan BBM untuk Pembangkit Listrik Dikurangi

Redaksi Lombok Post

Dewan Minta BPBD Lebih Teliti pada Korban Gempa

Redaksi Lombok Post

Gubernur Minta Pemda Siaga Bencana

Redaksi Lombok Post