Lombok Post
Selong

Diduga Jadi Calo TKI, ADBMI Minta Oknum Pegawai Disnakertrans Diberi Sanksi

MEDIASI: Kadisnakertrans Lotim H Supardi (paling kiri) bersama Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja (P2TK) Disnakertrans Loti Hirsan (dua dari kiri) saat mediasi dengan ADBMI Lotim dan pelapor di Aula Kantor Disnakertrans Lotim, kemarin (2/12).

SELONG-Disnakertrans Lotim menindaklanjuti kasus oknum pegawainya yang diduga jadi calo TKI. Hal itu dilakukan dengan mempertemukan pelapor, ADBMI Lotim, dan oknum pegawai terkait. “Solusinya sudah ada,” kata Kadisnakertrans Lotim H Supardi pada Lombok Post usai melakukan mediasi, kemarin.

Supardi membenarkan, oknum pegawainya yang merupakan staf di Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja (P2TK) telah menerima uang dari Hapipudin. Uang sebesar Rp 12 juta itu dikabarkan akan diserahkan ke PJTKI.

Seharusnya calon TKI yang langsung menyerahkan uang ke penyalur. “Ini niat baiknya keterlaluan. Sampai menyerahkan uang dibantu,” kata Supardi.

Dari mediasi, pihaknya meminta kepada oknum pegawai untuk segera mengembalikan uang Rp 12 juta ke calon TKI yang direkrut. Kembalinya uang tidak berarti menunjukkan pegawainya melakukan penipuan. Akan tetapi sudah disalurkan ke salah satu PJTKI resmi. Namun tenaga yang dibutuhkan tidak ada. “Janjinya besok (hari ini, red) uangnya dikembalikan,” ujar dia.

Supardi melihat kasus ini sebagai pembelajaran. Ia tidak menerangkan dengan detail akan memberikan sanksi apa kepada oknum terkait. “Yang jelas akan kita rapikan,” jelasnya.

Direktur ADBMI Lotim Roma Hidayat melihat persoalan tersebut tak bisa diselesaikan hanya dengan mengembalikan uang. Oknum pegawai terkait sangat jelas sudah melanggar aturan.

Menurutnya, ketidakberesan di disnakertrans dari masalah ini akan terus diawasi. “Dalam satu minggu ke depan, disnaker harus melakukan bersih-bersih,” jelasnya.

Khusus untuk oknum pegawai, Roma meminta agar pemkab memberikan sanksi sesuai dengan aturan ASN yang berlaku. Apakah pelanggaran tersebut dikategorikan ringan, sedang, atau berat. “Silakan ditentukan dan dilakukan,” jelasnya.

Roma meyakini, praktik rekrutmen ilegal yang dilakukan oknum pegawai Disnakertrans Lotim telah lama terjadi. Tidak hanya dari Pringgasela Timur, melainkan banyak juga di desa-desa lain.

Pihaknya akan terus melakukan pengawasan. Dia juga masih mengumpulkan bukti lain untuk membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

Sebelumnya, Hapipudin melaporkan dugaan rekrutmen ilegal yang dilakukan oknum pegawai disnakertrans ke ADBMI. Hapip melapor karena telah dimintai uang sebesar Rp 12 juta agar bisa bekerja di Brunei Darussalam. Namun setelah uang diserahkan, ia tak kunjung berangkat. (r5/*)

Berita Lainnya

Tiga Pelajar di Lotim Tertangkap Saat Pesta Sabu

Redaksi Lombok Post

Tipu TKI, Oknum Pegawai Disnakertrans Lotim Hilang

Redaksi Lombok Post

Selama 2019, Polisi Tangkap 79 Pelaku 3C

Redaksi Lombok Post

Puting Beliung Rusak Tiga Rumah di Sambelia

Redaksi Lombok Post

Tahun Depan, TKD Guru PNS Sertifikasi Dihapus

Redaksi Lombok Post

Warga Kelayu Selatan Simpan 10,5 Gram Sabu

Redaksi Lombok Post

Puncak Rinjani Tutup, Pendaki Tetap Nekat!

Redaksi Lombok Post

Empat Spesialis Pencuri Mobil di Lotim Dihadiahi Timah Panas

Redaksi Lombok Post

Warga Tebaban Gedor Kantor Desa

Redaksi Lombok Post