Lombok Post
Politika

NURMAS Jadian Selepas Isya

Berpeluang Diusung PD dan PAN

PENANTANG PETAHANA: Duduk di depan HM Nur Yasin (kiri) dan Mustakim Patawari (kanan) bakal calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), saat mendaftar di DPW PKB NTB, Selasa (3/12).

MATARAM-Ustad Nun telah memilih pasangan. “Ceritanya panjang,” kata tokoh agama di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu, pada Lombok Post.

Peristiwanya sekitar satu bulan lalu. Di rumah seorang tokoh. “Di Mataram, (dealnya) bakda Isya,” bebernya.

Pria bernama asli HM Nur Yasin itu enggan menyebut siapa nama tokoh itu. Tapi ia membeberkan sedikit clue-nya. “(Tokoh) masyarakat iya, agama iya, termasuk politik,” imbuh salah satu tokoh pendiri PAN di KSB itu.

Apakah itu  TGH Mahally Fikri? “Hehe.. biar Pak Patawari yang sampaikan nanti,”  kelitnya seraya menyebut figur pendampingnya di Pilbup KSB 2020.

Ada beberapa alasan mengapa ia memiliiihi Mustakim Patawari daripada politisi PKS H Andi Azizi. Salah satunya loyalis dan pendukung mau ia tetap di posisi bakal calon bupati. Sementara Andi meminta ia di posisi bakal calon wakil bupati.

Nun menepis itu sebagai kemauan ia sendiri. “Di nomor berapapun bagi saya tidak ada masalah,” katanya.

Ia ingin menghormati aspirasi para pendukung. Di sisi lain Nun butuh figur muda mengingat dari sisi usia ia cukup senior. “Sementara Pak Patawari muda, pintar, dan cerdas,” pujinya.

Pengalaman Patawari pernah sebagai anggota DPRD sangat ia butuhkan bila terpilih. “Bagaimana mengontrol pemerintahan, SKPD (OPD, Red) dengan DPRD, agar berjalan baik,” ulasnya.

Dealnya ia dengan Ketua DPC Partai Demokrat (PD) KSB itu tidak banyak yang tahu. Kecuali elit politik di PD dan PAN. “Kami memang bekerja silent,” ujarnya.

Kerja senyap itu dengan harapan tidak ada yang mengganggu. Terutama menyatukan misi antara ia dengan Patawari. “Tapi ternyata tetap ada, bagaimana kalau dibuat terbuka dari awal ya?”  Nun kembali tersenyum.

Satu lagi alasan ia menggandeng Patawari. “Ini salah satu cara regenerasi dalam politik,” imbuhnya.

Dari sisi usia, Nun memperkirakan karir politiknya tidak akan lama. “Saya harus gandeng tokoh muda untuk saling mengisi dengan tujuan yang baik,” terangnya.

Ia ingin memberi contoh bagaimana pasangan pemimpin. Harmonis dari awal hingga usai masa pemerintahan. “Bukan malah saling sikut setelah jadi,” terangnya.

Sementara itu, Patawari mengusulkan nama paketnya “NURMAS”. Ini nama paket saat Nun ikut Pilbup KSB 2015 dan berpasangan dengan Masra Jayadi. “Menghormati beliau (Masra) saya sarankan agar tetap pakai nama itu,” katanya.

Nama paket ini sudah membumi di ingatan masyarakat KSB. Sehingga tidak perlu susah payah mengkampanyekan lagi. “Nur adalah nama ustad Nun, sedangkan Mas juga kita artikan sebagai Masyarakat,” terangnya.

Paket ini desas-desusnya telah mendapat restu PD dan PAN. Selasa (3/12) kemarin NURMAS mendaftarkan diri di DPW PKB NTB. “Bila koalisi sudah solid kita namai Koalisi Baru, dengan harapan dapat menghadirkan pemerintahan yang lebih baik,” tandasnya. (zad/r2)

Berita Lainnya

HM Taufik Tawarkan Kenyamanan untuk Mohan

Redaksi Lombok Post

Selly Andayani Kini Dipasangkan dengan Ketua MUI Kota Mataram

Redaksi Lombok Post

15 Tokoh Lamar PPP untuk Pilbup Lombok Tengah

Redaksi Lombok Post

Setelah Gerindra dan PPP, Pathul Akan Daftar di Golkar dan PKB

Redaksi Lombok Post

Raden Nuna Isyaratkan Maju di Pilbup Lombok Utara

Redaksi Lombok Post

Tunggu Titah Ibu, Pelita Ogah Durhaka

Redaksi Lombok Post

Pilbup Dompu Ramai Peminat, 12 Figur Berebut Restu PDIP

Redaksi Lombok Post

Puan Janji Disiplinkan Anggota Dewan

Redaksi Lombok Post

Waspadai Legislasi Licik, DPR Janji Perbaiki Citra dan Kinerja

Redaksi Lombok Post