Lombok Post
Bincang Politik Politika

HM Taufik Tawarkan Kenyamanan untuk Mohan

TOKOH INSPIRATIF: HM Taufik tengah membersihkan foto mendiang Ayahnya HM Djuwayni, sambil berbincang dengan Lombok Post, Selasa (10/12).

Sekda Lobar HM Taufik berniat loncat ke politik. Mewarisi gen politisi dari ayahnya ia memaparkan kesiapannya dipinang Kandidat Calon Wali Kota H Mohan Roliskana. Berikut wawancara singkat Lombok Post dengan salah satu putra politisi Golkar NTB almarhum HM Djuwayni ini.

Gerakan politik Anda belum terlihat sama sekali?

“Saya bentuk Semeton Taufik, grup Mantul 2020, Taufik Suporting Team (TST),  bahkan mereka sudah menggaungkan saya harus berpasangan dengan Mohan.  Begitu euforia pendukung ingin mengawinkan saya dengan Pak Mohan, kalau dibilang belum ada atau terlihat tenang-tenang saja nggak tepat,”

Kenapa harus dengan Mohan?

“Ini realitas politik. Hasil survei saat ini menempatkan Pak Mohan dibanding calon lain paling tinggi. Saya melihat yang serius maju itu baru tiga nama. Selain pak Mohan ada Bu Selly dan Pak Makmur.  Jadi setelah saya pertimbangkan itu saya memilih nomor dua. Antar tim sudah bicara. Hasilnya baru akan ketahuan Desember ini (berpasangan atau tidak)”

Bagaimana bila Mohan tidak memilih Anda?

“Ya tidak masalah. Santai saja. Masa saya mau memaksa orang harus mau sama saya,”

Apa Anda tetap mendukung Mohan?

“Ya tidak mungkin saya memaksa pendukung saya. Bila saya tidak ada di sana. Apa alasan saya meminta mereka mendukung, bila secara politis tidak menguntungkan?  Kalau sekadar mau jadi calon tapi potensi menang tidak ada buat apa? Jadi realistis saja,”

Anda belum terlihat dekati satu partaipun?

“Minggu depan ini saya daftar. Di empat partai  Demokrat, PPP, PAN dan Hanura. Visi-misi telah saya siapkan.

 Mengapa tidak jadi calon wali kota saja?

“Saya harus akui Pak Mohan, Bu Selly, dan Pak Makmur lebih terkenal dari saya. Kalau ada yang bilang saya lebih terkenal, ah… nggak. Mereka lebih terkenal. Jadi realistis saja, posisi pendampinglah yang tepat buat saya saat ini.

Posisi dua kerap diberikan bagi yang kuat finansial, Anda bagaimana?

“Saya tidak melihat seperti itu. Saya menawarkan kenyamanan untuk Pak Mohan. Usia saya 60 tahun, sehingga saat mendampingi Mohan kami bisa tetap rukun hingga lima tahun 2024. Tidak mungkin saya melakukan manuver politik. Beda bila calon dia lebih muda atau punya keinginan politik tersembunyi. I

Bukankah Anda masih ASN, mengapa berpolitik?

Saya ini kan sudah pensiun (per) 1 Januari. Injury time saya akan diganti Pak Bupati (Lobar). Pengganti saya sudah ada. Tinggal nyari hari H untuk diumumkan dan dilantik. Sedangkan SK pensiun sudah saya pegang. Lagipula saya belum mendaftar. Saya langgar etika di mana?

Apa Modal Anda terjun di politik?

“Trah saya politik. Orang tua saya HM Juwayni 20 tahun jadi anggota DPRD. 10 tahun di DPRD NTB dan 10 tahun di DPRD Lombok Timur. Sebelum ASN dilarang berpolitik saya pernah dikader di ormas Golkar MKGR pernah pula jadi sekretaris di PAN. (satu lagi modal saya) nasehat orang ayah saya yang selalu saya patuhi. Hidup nggak boleh nyakiti orang, harus berbaik sangka, jangan putus hubungan dengan sahabat bapak, Pak Azhar (HL Azhar), Pak Muji (HL Mudjitahid), kalau diundang dateng, jangan sampai nggak,” (zad/r2/*)

Berita Lainnya

Bulan Depan Mohan Umumkan Pasangan

Redaksi Lombok Post

Bawaslu Panggil Selly, Khlaik dan Akhada

Redaksi Lombok Post

Ditendang PDIP, Husni Djibril Siapkan Perlawanan

Redaksi Lombok Post

Diminta Dampingi Mohan, Ini Jawaban TGH Mujib

Redaksi Lombok Post

Sekretariat Tim Kawal Makmur-Ahda Mendaftar di PKB

Redaksi Lombok Post

NURMAS Jadian Selepas Isya

Lalu Muhammad Zaenudin

Selly Andayani Kini Dipasangkan dengan Ketua MUI Kota Mataram

Redaksi Lombok Post

15 Tokoh Lamar PPP untuk Pilbup Lombok Tengah

Redaksi Lombok Post

Setelah Gerindra dan PPP, Pathul Akan Daftar di Golkar dan PKB

Redaksi Lombok Post