Lombok Post
Headline Selong

65 Persen Karyawan di Lotim Masih Bergaji di Bawah UMK

BERHARAP SESUAI UMK: Seorang karyawan kebersihan sedang membersihkan lantai di Kantor Bupati Lotim, belum lama ini.

SELONG – Upah Minimun Kabupaten (UMK) terus meningkat. Tapi belum semua perusahaan di Lotim mematuhi aturan tersebut. “Tahun ini baru 35 persen dari total 989 perusahaan yang menggaji karyawan sesuai UMK,” kata Kadisnakertrans Lotim H Supardi pada Lombok Post, Selasa (17/12).

2020 mendatang, UMK Lotim telah ditetapkan sebesar Rp 2,184 juta. Angka tersebut sesuai dengan hasil rapat dewan pengupahan yang telah diserahkan dan disetujui Provinsi. Jumlah tersebut meningat cukup signifikan dari UMK 2019 sebesar Rp 2,012 juta.

“Makanya 2020 mendatang kita butuh lebih banyak pengawasan dalam menerapkan UMK ini,” jelas Supardi.

989 perusahaan yang terdaftar di Lotim saat ini terdiri dari 18 perusahaan besar, 48 perusahaan sedang, dan 955 perusahaan kecil. “Kita usahakan terutama yang besar dan sedang ini,” ujarnya.

Tidak dipungkiri, persentase kepatuhan pembayaran gaji karyawan sesuai UMK masih kendor. Ia menerangkan, baru ada 351 perusahaan yang sudah menerapkan pembayaran sesuai UMK. Sementara jumlah perusahaan sudah mendaftarkan karyawannya di BPJS ketenagakerjaan sebesar 791 atau sekitar 79%. “BPJS kesehatan sebanyak 251 atau sekitar 25%,” jelasnya.

Kata Supardi, 2020 mendatang pihaknya akan lebih ketat mengawasi perusahaan. Hal itu bisa dilakukan pada saat penetapkan peraturan pembayaran karyawan. “Di sini ada peran kita untuk pada saat penetapan,” tekannya.

Di sisi lain, ia berharap peran dari dewan pengupahan dan stakeholder terkait agar bisa melakukan pemantauan. Targetnya tidak muluk-muluk. Meskipun langkah Disnakertrans hanya sebatas pengawasan, akan tetapi ia ingin maksimal pada hal itu. “Penindakan tidak lagi di Kabupaten. Tapi Provinsi,” terang dia.

Penetapan skala perusahaan ditetapkan melalui modal yang dimiliki. Sesuai dengan Permen Perdagangan No 44, modal sebesar  Rp 100 milyar ke atas termasuk usaha besar. Sementara perusahaan sedang bermodal Rp 500 juta sampai Rp 10 miliar. “Kecil Rp 50 juta sampai dengan Rp 500 juta,” tuturnya. (tih)

Berita Lainnya

Jelang Pensiun Guru SMK 5 Mataram Bikin Mural Sepanjang 120 Meter

Redaksi Lombok Post

Akhirnya, Berkas Dugaan Korupsi Dermaga Gili Air Rampung

Redaksi Lombok Post

Nasi Balap Puyung Bakal “Tampil” di MotoGP Mandalika

Redaksi Lombok Post

Jangan Obral Rinjani Lagi! Walhi NTB Minta Fokus Benahi Sampah

Redaksi Lombok Post

Walhi : Fokus Benahi Sampah, Jangan Lagi Obral Rinjani!

Redaksi Lombok Post

Pertahankan Juara Dunia, Honda Ikat Marquez Sampai 2024

Redaksi Lombok Post

Dapat Wildcard, Satu Pesilat NTB Lolos ke PON Papua

Redaksi Lombok Post

Wapres Sorot Tingginya Jumlah Balita Stunting di NTB

Redaksi Lombok Post

Polisi Usut Penggunaan Anggaran Dinas Pariwisata NTB

Redaksi Lombok Post