Lombok Post
Headline Selong

Jenggik dan Rarang Diguyur Hujan Es, BMKG: Itu Fenomena Alamiah

HUJAN ES: Salah seorang warga Desa Jenggik, Kecamatan Terara, memperlihatkan hujan es batu di tangannya, kemarin (19/12).

SELONG-‘Tak, tok, tak, tok….’. Suara rintik hujan terdengar tak seperti biasanya. Atap rumah warga berbunyi lebih kencang. “Ternyata yang turun butiran es batu sebesar jari kelingking,” kata Kades Jenggik, Samsul Hadi saat dihubungi Lombok Post, kemarin (19/12).

Hujan es itu terjadi sekitar pukul 15.30 Wita. Menurutnya ini bukan yang pertama kali terjadi. Kata Samsul, fenomena yang menggegerkan warga itu terjadi juga seminggu sebelumnya. Sama seperti minggu lalu, hujan es ini selalu disertai angin kencang. “Ada puluhan rumah warga yang atapnya rusak diterjang angin,”  jelas dia.

Angin kencang juga menyebabkan pohon besar tumbang di Desa Rarang, Kecamatan Terara. “Tepat di jembatan Rarang itu,” terang Samsul.

Kondisi ini membuat warga kagum, girang, sekaligus mencekam. Ekspresi warga atas fenomena alam itu campur baur. Karena berbentuk es, hujan ini masuk ke dalam rumah warga. “Rumah saya digenangi air. Tidak ada tempat tidur malam ini,” tuturnya.

Samsul berharapa Pemkab Lotim menanggapi dampak dari hujan disertai angin kencang itu. Menurutnya, puluhan atap rumah warga yang rusak sampai saat ini belum tersentuh bantuan. Ia berharap, pemerintah segera turun menyalurkan bantuan kepada warga.

Adapun dampak dari angin kencang kemarin belum sempat ia data. “Tapi tadi kami dapat info kalau ada lagi rumah warga yang terdampak,” jelasnya.

Fenomena hujan es itu membuat warga sekitar geger. Warga mengabadikan kejadian itu di telepon pintar mereka dan menguoploadnya di sosial media. Dalam video, mereka tak berhenti mengucapkan kalimat pujian pada Allah. “Subhanallah, Allahuakbar,” kata salah seorang warga jenggik dalam video di akun medsosnya.

Warga Desa Jenggik HL Iswan Mulyadi membenarkan fenomena alam tersebut. “Ya, ini yang kedua kalinya,” kata Iswan meyakinkan.

Ia menjelaskan, hujan es yang terjadi pasti disertai angin kencang. Selain itu, intensitas hujan juga sangat lebat.

Pengamat cuaca BMKG BIL Praya Aprilia Mustika menerangkan, hujas es merupakan fenomena cuaca alamiah. Biasanya terjadi dengan durasi yang cukup singkat dan disertai hujan lebat. “Juga disertai kilat atau petir dan angin kencang,”  kata Aprilia.

Dalam pengamatannya, hujan lebat disertai angin kencang kemarin terjadi di Penujak, Loteng, dan Kecamatan Terara Lotim. Kata Aprilia, memang terpantau dari citra satelit adanya pertumbuhan awan yang cukup signifikan. “Sejak pukul 14.00 Wita,” jelasnya.

Pertumbuhan awan tersebut mengindikasikan adanya proses konvektif yang cukup kuat. “Sehingga tidak hanya hujan air, namun juga butiran es,” terangnya.

Hujan es dalam istilah meteorologi disebut hail yang berarti butir-butir es. Proses terjadinya hujan es sama halnya dengan pembentukan hujan. Namun proses konveksi yang cukup kuat menyebabkan temperatur berada di bawah titik beku. Karena kelewat jenuh, maka terbentuklah butir-butir es yang turun ke bumi. “Ini alami,” tegasnya. (tih/r3)

Berita Lainnya

Jelang Pensiun Guru SMK 5 Mataram Bikin Mural Sepanjang 120 Meter

Redaksi Lombok Post

Akhirnya, Berkas Dugaan Korupsi Dermaga Gili Air Rampung

Redaksi Lombok Post

Nasi Balap Puyung Bakal “Tampil” di MotoGP Mandalika

Redaksi Lombok Post

Jangan Obral Rinjani Lagi! Walhi NTB Minta Fokus Benahi Sampah

Redaksi Lombok Post

Walhi : Fokus Benahi Sampah, Jangan Lagi Obral Rinjani!

Redaksi Lombok Post

Pertahankan Juara Dunia, Honda Ikat Marquez Sampai 2024

Redaksi Lombok Post

Dapat Wildcard, Satu Pesilat NTB Lolos ke PON Papua

Redaksi Lombok Post

Wapres Sorot Tingginya Jumlah Balita Stunting di NTB

Redaksi Lombok Post

Polisi Usut Penggunaan Anggaran Dinas Pariwisata NTB

Redaksi Lombok Post