Lombok Post
Headline Metropolis

Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter di Selatan Lombok

Kepala Dinas Perhubungan NTB H Lalu Bayu Windia

MATARAM-Gelombang tinggi melanda sebagian perairan NTB. Penumpang dan pengusaha penyeberangan diharapkan hati-hati. ”Waspada ekstra tinggi untuk penyeberangan,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTB H Lalu Bayu Windia di kantor BKD NTB, Minggu (5/1).

                Imbauan itu berlaku untuk semua penyeberangan, baik di Lembar, Kayangan, maupun penyeberangan ke lokasi-lokasi wisata. ”Tetap pantau informasi cuaca BMKG dan kondisi setempat,” imbuhnya.

                Dishub NTB berkoordinasi dengan syahbandar untuk mempelajari kondisi di masing-masing pelabuhan. ”Karakter gelombangnya biasanya beda-beda,” katanya.

                Meski demikian, sampai saat ini gelombang tinggi belum mengganggu aktivitas penyeberangan. ”Belum ada buka tutup penyeberangan,” katanya.

                Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, gelombang tinggi masih akan terus terjadi. Karena itu, semua pihak harus waspada. ”Kondisi cuaca dan tinggi gelombang harus diperhatikan sebelum nyeberang,” jelasnya.

                Perkiraan cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Bandara Internsional Lombok menunjukkan, tinggi gelombang di selatan Lombok antara 2,5 meter hingga 4 meter. Namun di wilayah Selat Lombok dan Selat Alas masih relatif normal antara 1-2 meter.

                Selain penyeberangan laut, jalur darat juga perlu diwaspadai. ”Terutama saat hujan lebat rawan terjadi longsor dan pohon tumbang,” ujarnya.

                Dia menyarankan, ketika hujan lebat disertai angin kencang, warga tidak usah keluar. ”Hindari tebing yang rawan longsor dan pohon rawan tumbang,” imbuhnya.

                Mengantisipasi dampak buruk cuaca ekstrem, dishub membentuk tim bersama polisi, syahbandar dan pemda kabupaten/kota. ”Kami menempatkan tim di setiap lokasi penyeberangan,” tandasnya.

                Kepala Dinas PUPR NTB H Azhar mengimbau pengendara tetap waspada saat melintasi daerah rawan longsor. Terutama di wilayah Pusuk dan Sembalun. ”Cuaca kadang tidak bisa kita tebak, karena itu kita harus tetap waspada,” katanya.

                Terkait jalan yang ambles di Sembalun, Azhar menjelaskan, proyek itu dikerjakan Balai Jalan Nasional. ”Konstruksi jalan tidak masalah cuma tebingnya yang rusak,” katanya.

                Meski demikian, Dinas PUPR NTB akan tetap membantu memperbaiki tanah yang longsor agar tidak memakan korban jiwa. ”Akan dibuatkan talud supaya tanahnya tidak longsor lagi,” katanya. (ili/r5)

Berita Lainnya

Pemprov-Gojek Latih Pengusaha Lokal

Redaksi Lombok Post

Dibalik Cerita Kereta Gantung, Bermanfaat atau Mudarat?

Redaksi Lombok Post

Honda Awali 2020 Dengan Edukasi Keselamatan Berkendara

Redaksi Lombok Post

Ruslan Turmuzi : Pembangunan Kereta Gantung Bukan Skala Prioritas

Redaksi Lombok Post

Ikut Pilkada 2020, Selly dan Saswadi Akan Dimutasi

Redaksi Lombok Post

Kelompok Pecinta Alam Tolak Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

Redaksi Lombok Post

Pemprov Berharap Investor Kereta Gantung di kawasan Gunung Rinjani Serius

Redaksi Lombok Post

Pasien BPJS Sumbang Rp 166,2 Miliar

Redaksi Lombok Post

TKI NTB Sumbang Devisa Tertinggi

Redaksi Lombok Post