Lombok Post
Headline Praya

Awal 2021 Uji Coba Sirkuit Mandalika, Marquez dan Rossi Ikut?

Repsol Honda Team Spanish rider Marc Marquez celebrates on the track after winning the MotoGP race for the Thailand Grand Prix at Buriram International Circuit in Buriram on October 6, 2019. (Photo by Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

PRAYA-Awal tahun depan, sirkuit MotoGP sepanjang 4,32 kilometer dengan 18 tikungan akan mulai diuji coba. ”Mudah-mudahan bisa kita datangkan Marc Marquez, Alex Marquez dan Valentino Rossi,” kata CEO Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ricky Bahermansjah, Sabtu (11/1).

      Harapan itu disampaikan saat pertemuan dengan Bupati HM Suhaili FT, Sekda HM Nursiah, serta para pejabat Lombok Tengah. ”Akhir tahun ini, sirkuit dipastikan selesai,” yakinnya.

      Direncanakan pertengahan atau akhir 2021 mendatang MotoGP Mandalika dilangsungkan. ”Mari kita persiapkan diri dari sekarang,” pesannya, didampingi Managing Director The Mandalika Wayan Karioka, SC MGPA Hapi Harianto dan jajaran ITDC.

      Keindahan Lombok yang luar biasa adalah sebuah modal. Hal itu tak banyak dimiliki kawasan lain. ”Mendatangkan penonton sebanyak mungkin menjadi misi utama kami,” sambung Managing Director The Mandalika Wayan Karioka.

      Dia berharap melalui MotoGP, KEK Mandalika makin dikenal. Makin banyak wisatawan berdatangan, tidak saja pada saat perhelatan MotoGP yang hanya sekali setahun. Namun juga sepanjang tahun untuk menikmati kawasan wisata tersebut. ”Menjadi tuan rumah MotoGP itu saingannya sangat ketat,” tekannya.

Namun Indonesia yang dipilih. Makin membanggakan, Lombok Tengah menjadi tempat penyelenggaraannya.

”Itu sudah menjadi catatan Presiden RI Joko Widodo langsung,” tambah SC MGPA Hapi Harianto.

Pagelaran ini diyakini baik untuk pertumbuhan ekonomi daerah. ”Tugas kami sekarang menjaga kenyamanan,” sambung Bupati Loteng HM Suhaili FT.

Dia menjelaskan, kata nyaman itu, dimulai dari gerakan Loteng aman, bersih, sehat, dan religius. Program ini dimulai 1 Januari lalu, dilaksanakan di 139 desa di 12 kecamatan seluruh Loteng. ”Selain itu, warga Loteng tidak boleh menjadi penonton,” ujarnya.

Mereka harus menjadi pelaku penerima manfaat. Untuk itulah IKM didorong tumbuh kembangnya. Desa-desa wisata juga terus dipercantik. ”Terima kasih ITDC, MGPA dan pemerintah pusat,” pungkas Suhaili. (dss/r9)

Berita Lainnya

Dibalik Cerita Kereta Gantung, Bermanfaat atau Mudarat?

Redaksi Lombok Post

Alokasi Pupuk Bersubsidi Berkurang, Pemerintah Klaim Aman

Redaksi Lombok Post

Aduh, Masih Ada 15 Titik Nihil Sinyal di Loteng

Redaksi Lombok Post

Honda Awali 2020 Dengan Edukasi Keselamatan Berkendara

Redaksi Lombok Post

Ruslan Turmuzi : Pembangunan Kereta Gantung Bukan Skala Prioritas

Redaksi Lombok Post

Ikut Pilkada 2020, Selly dan Saswadi Akan Dimutasi

Redaksi Lombok Post

Kelompok Pecinta Alam Tolak Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

Redaksi Lombok Post

Pemprov Berharap Investor Kereta Gantung di kawasan Gunung Rinjani Serius

Redaksi Lombok Post

Pasien BPJS Sumbang Rp 166,2 Miliar

Redaksi Lombok Post