Lombok Post
Metropolis

Penggunaan BBM untuk Pembangkit Listrik Dikurangi

PEMBANGKIT: Seorang pengunjung melihat tangki penyimpanan energi di PLTMGU Lombok Peaker.

MATARAM-Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk pembangkit listrik akan dikurangi. ”Ke depan BBM akan kita ganti dengan gas,” kata Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat berkunjung ke Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas dan Uap (PLTMGU) Lombok Peaker, akhir pekan lalu.

Konversi dari BBM ke gas dianggap solusi tepat untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar. ”BBM ini banyak sekali yang diimpor sedangkan gas berbasis pada produksi domestik,” katanya.

Menurutnya merupakan perubahan dari energi berbasis impor ke energi berbasis produk domestik.”Di saat yang bersamaan keekonomian masyarakat menjadi lebih baik,” ujarnya.

Untuk kondisi NTB, dia telah berdiskusi panjang dengan para manajer pembangkit. Beberapa pembangkit berbasis gas sudah terbangun tetapi masih menggunakan BBM. ”Karena pasokan gas belum ada,” katanya.

Konversi ke gas akan menjadi fokus PLN setahun ke depan. PLTMG yang masih menggunakan BBM akan segera diganti menggunakan gas. ”Kami dari PLN dan ESDM bersama-sama melakukan langkah nyata,” ujarnya.

Khusus untuk KEK Mandalika, PLN juga akan mengembangkan konsep energi terbarukan yang ramah lingkungan. ”Baik berupa PLTS maupun  PLTA,”  kata General Manajer PLN NTB Rudi Purnomoloka.

Dari sisi pasokan daya, sistem kelistrikan Lombok memiliki kapasitas pembangkit 289 MW, dengan beban puncak sebesar 250 MW. ”Masih cukup andal,” katanya.

Tahun ini, sistem kelistrikan Lombok juga akan mendapat tambahan daya 130 MW dari PLTMGU Lombok Peaker dan 25 MW dari PLTU Jeranjang Unit 2.

Dia menyebut, satu blok PLTMGU Lombok Peaker yang beroperasi saat ini memiliki kapasitas 68 MW. ”Waktu kita defisit daya penyelamatnya blok ini,” katanya.

Satu blok pembangkit lagi ditargetkan beroprasi bulan depan. Sehingga bisa menambah pasokan daya. (ili/r5)

Berita Lainnya

Pemprov-Gojek Latih Pengusaha Lokal

Redaksi Lombok Post

Dibalik Cerita Kereta Gantung, Bermanfaat atau Mudarat?

Redaksi Lombok Post

Ruslan Turmuzi : Pembangunan Kereta Gantung Bukan Skala Prioritas

Redaksi Lombok Post

Ikut Pilkada 2020, Selly dan Saswadi Akan Dimutasi

Redaksi Lombok Post

Kelompok Pecinta Alam Tolak Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

Redaksi Lombok Post

Pemprov Berharap Investor Kereta Gantung di kawasan Gunung Rinjani Serius

Redaksi Lombok Post

Pasien BPJS Sumbang Rp 166,2 Miliar

Redaksi Lombok Post

TKI NTB Sumbang Devisa Tertinggi

Redaksi Lombok Post

Dishub Pastikan Rute Lari dan Bersepeda Ironman 7.3 Lombok 2020 Aman

Redaksi Lombok Post