Lombok Post
Headline Politika

Ditendang PDIP, Husni Djibril Siapkan Perlawanan

HM Husni Djibril

H Husni Djibril buka suara terkait pencopotan dirinya sebagai bakal calon Bupati Sumbawa oleh PDIP. Mendadak namanya diganti  Anggota DPRD NTB HL Budi Suryata. Ia mengaku tak berniat membangkang perintah partai. Tapi konsisten pada petunjuk Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat. Berikut petikan wawancara, Bupati Sumbawa itu dengan Lombok Post.

——————-

PDIP rencana usung Budi-Novi, kok bisa?

Ya itu sebenarnya kan prosesnya nggak begitu. Saya tiidak pernah diajak bicara, tidak pernah diajak rapat. Tapi langsung, dipanggil tim Desk Pilkada.

Di sana, saya diarahkan berpasangan dengan Bu Novi (Dewi Noviany adik Gubernur Zulkieflimansyah). Saya bilang (ke Tim Desk Pilkada) kan jauh-jauh sebelumnya Pak Rachmat Hidayat sebagai Ketua DPD sudah menunjuk orang lain?

Siapa Orangnya?

Pak Doktor Ihsan Majid, Asisten I Sumbawa. Orangnya baik,

Bagaimana ceritanya?

Waktu kita bertemu di ruangan beliau (Rachmat), Dia sendiri yang bertanya, siapa ini? (saya jawab) Asisten I Pak Ihsan Majid, (Racmat bilang) oh ya kamu maju ya, sama Husni, langsung (Ihsan) berdiri (dan berkata) siap!

Dan setelah itu mempersipkan diri pak Ihsan itu. Dia mau membuat surat pensiun dini, karena masih pensiun empat tahun lagi. (Tapi) dia mau berhenti sebagai PNS, segitunya perhatian ke kita,

Lalu sejak kapan nama Novi diusulkan?

Hitungan beberapa bulan setelah itu, saya dipanggil Tim Desk Pilkada. Langsung difinalisasi ke Bu Novi. (Jadi) bukan kita tolak karena Bu Novi-nya, tapi karena saya sudah ada komunikasi intensif dengan Pak Ihsan,”

Jadi lebih memilih berpasangan dengan dengan Ihsan?

Sudah intensif betul (komunikasinya).  Kalau memang mau digiring ke PKS di sana ada tiga nama. Ada pak Andi Tirta, Bu Novi, Miftah. Kalau ingin dipilih harus rapat dulu kita, ini umpama. Baru kita petahkan mana yang bisa kita pilih, membantu saya sebagai bupati. Tapi ini tanpa ba bi bu, ndak ada hujan ndak ada angin, kok sudah dipanggil diarahkan bersama Bu Novi.

Bukankah itu perintah partai?

Ndak ada perintah partai kayak gitu, kok. Kecuali kalau sudah melalui hasil survei. Seharusnya mari petakan melalui survei. Kita survei Ihsan, kita survei Bu Novi, itu baru lihat mana yang tertinggi.

Apa langkah, menyikapi ini?

Ya pasti ada langkah. Tapi tentu secret. Tonton saja nanti. Bukan langkah yang membabi-buta, tetap konsisten saya sesuai petunjuk Pak Rachmat (maju dengan Ihsan).

Jadi Anda merasa, tidak diajak bicara?

Tidak pernah diajak rapat. Padahal saya pengurus DPD loh!

Dengan atau tanpa PDIP, tetap berencana ikut Pilbup?

Insya Allah. Tetapi bagiamanapun saya kader senior di NTB. Paling senior, hampir samaan dengan Pak Rachmat. Paling dia duluan setahun dua tahun kok.

Jangan saya dianggap kerdil, saya dianggap anak-anak yang tidak tahu aturan.

Kabarnya Novi mendampingi anda sebagai kompensasi  koalisi PKS di Kota Mataram?

Kalaupun demikian Dinda ya, kan masih bisa komunikasi dengan saya. Bisa jadi ketika berkomuniasi dengan baik, bertukar informasi, bisa jadi dia (Novi) sudah kita ambil, umpama ini. Tapi ini ndak diajak bicara.

Selama ini saya menghormati (Rachmat) sebagai kader yang luar biasa. Tapi kalau saya sudah diginikan saya lawan. Saya ndak butuh calon-calon lagi, saya sudah duduk sebagai bupati hari ini, bagi saya sudah sangat luar biasa. Saya akan lawan orang-orang zalim seperti ini,” (zad/r2)

Berita Lainnya

Dibalik Cerita Kereta Gantung, Bermanfaat atau Mudarat?

Redaksi Lombok Post

Honda Awali 2020 Dengan Edukasi Keselamatan Berkendara

Redaksi Lombok Post

Ruslan Turmuzi : Pembangunan Kereta Gantung Bukan Skala Prioritas

Redaksi Lombok Post

Ikut Pilkada 2020, Selly dan Saswadi Akan Dimutasi

Redaksi Lombok Post

Kelompok Pecinta Alam Tolak Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

Redaksi Lombok Post

Pemprov Berharap Investor Kereta Gantung di kawasan Gunung Rinjani Serius

Redaksi Lombok Post

Pasien BPJS Sumbang Rp 166,2 Miliar

Redaksi Lombok Post

TKI NTB Sumbang Devisa Tertinggi

Redaksi Lombok Post

Dishub Pastikan Rute Lari dan Bersepeda Ironman 7.3 Lombok 2020 Aman

Redaksi Lombok Post