Lombok Post
Headline Metropolis

BPJS Bantah Nunggak Enam Bulan

KLARIFIKASI: Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram Sarman Palipadang (kiri) bersama Ketua Persi NTB dr HL Herman Mahaputra (tengah) memberikan keterangan pers di Mataram, Kamis (16/1).

MATARAM-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Mataram membantah nunggak klaim rumah sakit hingga enam bulan. ”Tidak ada tunggakan sampai Juni,” tegas Kepala Cabang BPJS Kesehatan Mataram Sarman Palipadang dalam keterangan persnya, di Mataram, Kamis (16/1).

Ia menjelaskan, bagi RS yang rutin mengajukan klaim, hanya pembayaran November yang belum mereka terima. ”Ini saja yang belum terbayarkan,” jelasnya.

Tapi bagi yang tidak rutin mengajukan klaim ke BPJS, pembayarannya tersendat. Tiga RS belum dibayar klaimnya selama dua bulan. Satu RS belum dibayar selama tiga bulan. ”Salahnya bukan di BPJS, tapi karena mereka tidak mengajukan klaim tepat waktu,” jelasnya.

Sementara klaim pembayaran Desember sedang diproses karena pengajuan baru masuk Januari ini. ”Jadi kalau infonya kemarin Juni (belum terbayar), mohon maaf itu keliru,” tegasnya lagi.

Bulan ini, BPJS Kesehatan akan segera membayar klaim yang masuk. Makin cepat RS ajukan klaim akan lebih cepat pula dibayar. ”Sistemnya siapa dulan masuk itu yang kami bayar dulu,”katanya.

Meski demikian, dia tidak menyebut nilai klaim RS yang belum terbayar. ”Tidak etis kami sampaikan, rasanya gimana gitu ya?” katanya.

Tapi total dana dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) BPJS Kesehatan Cabang Mataram mencapai Rp 500 miliar. ”Itu untuk seluruh kegiatan,” jelasnya.

Pinjaman ke bank merupakan salah satu solusi yang ditawarkan pusat kepada RS BPJS alami defisit tahun lalu. Tidak hanya di NTB, hal sama diterapkan di seluruh Indonesia. ”Bank pun membantu advokasi RS,” katanya.

Kalau pun ada bunga dari pinjaman itu, BPJS bisa membantu membayar. Karena dalam Perpres Nomor  82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan sudah diatur semuanya. Ketika BPJS telambat membayar klaim RS, mereka dikenakan denda 1 persen. ”Setelah kita hitung-hitung bunga bank bisa ditutupi denda itu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) NTB H Lalu Herman Mahaputra mengatakan, dia sudah meminta kepada seluruh anggotanya menyampaikan keluhan bila ada masalah terkait kerja sama dengan BPJS. ”Tapi selama ini belum ada keluhan,” katanya.

               Menurutnya, BPJS punya komitmen kuat membayar klaim asalkan seluruh syarat administrasi dipenuhi. ”Kalau administrasi klaim lengkap, dalam 15 hari terbayar,” jelas dr Jek, sapaan akrabnya.

                Pinjaman ke bank menurutnya bukan berarti RS.akan bangkrut. ”Ini inovasi dari kepala rumah sakit agar operasional tetap berjalan,” katanya.

                Menurutnya, rumah sakit tidak akan rugi meminjam uang di bank. ”Berapa pun keterlambatan (pembayaran) nanti yang bayar BPJS,” katanya.

Terkait utang RS di pihak ketiga, dr Jek menjelaskan, hal itu bisa diatasi dengan membangun komunikasi yang baik dengan distributor obat.  ”RS dengan pihak ketiga bekerja sama saling menguntungkan,” katanya.

Selaku Dirut RSUD Kota Mataram, dia membangun komunikasi yang baik dengan penyedia obat-obatan. Dia memita kelonggaran waktu pembayaran sehingga terjadi saling pengertian. ”Mereka mau kok, tidak ada yang menekan-nekan,” katanya.

Tapi bila RS terus ditekan untuk membayar sementara dana belum ada, mereka juga tidak mau bekerja sama lagi. ”Kalau misalnya distributor obat ini menekan saya, out, tidak ada itu,” tegasnya.

Demikian juga dengan bank, mereka sangat terbuka dan mau meminjamkan uang. ”Karena sudah ada direktur jadi jaminan,” tandasnya. (ili/r5)

Berita Lainnya

Ayo Lestarikan Budaya Bangsa!

Redaksi Lombok Post

Gubernur Zul : Kades Jangan Memperkaya Diri dengan Dana Desa!

Redaksi Lombok Post

Batas Waktu Rehab Rekon Tinggal Sebulan, 23.217 Rumah Masih Belum Tertangani

Redaksi Lombok Post

Sekda NTB Sambut Baik Investor Rinjani

Redaksi Lombok Post

Catat, Kades Korupsi, Penyaluran Dana Desa Bakal Dihentikan

Redaksi Lombok Post

Gubernur: Investasi di Rinjani Tidak Langsung Diterima

Redaksi Lombok Post

MotoGP Mandalika Sebentar Lagi, Ketersediaan Kamar Hotel Masih Minim

Redaksi Lombok Post

Demi Anak, Yuli Ingin Bebas dari Candu Narkoba

Redaksi Lombok Post

Berebut Investasi di Gunung Rinjani

Redaksi Lombok Post