Lombok Post
Feature Headline

Capai Visi Perusahaan Kelas Dunia, Amman Mineral Evaluasi Karyawan

BAHAS TENAGA KERJA: Bupati Sumbawa Barat HW Musyafirin (tengah/pegang mic) bersama Kadisnakertrans NTB dan Sumbawa Barat serta manajemen Amman Mineral melakukan rapat koordinasi di Hotel Santika Mataram, Kamis (16/1)

MATARAM-Amman Mineral akan mengevaluasi karyawannya. Selanjutnya akan ada karyawan yang diakhiri masa kontraknya dan ada yang dipertahankan. “Evaluasi tersebut merefleksikan komitmen dan investasi jangka panjang perusahaan terhadap Sumbawa Barat,” kata manajer Operasional Amman Mineral Wudi Raharjo.

Itu disampaikan manajemen Amman Mineral dalam rapat koordinasi (rakor) dengan pemerintah daerah dan DPRD mengenai rencana ketenagakerjaan perusahaan di Hotel Santika Mataram, Kamis (16/1). Rakor dihadiri bupati dan ketua DPRD Sumbawa Barat, ketua dan seluruh anggota Komisi I DPRD Sumbawa Barat, Kadisnakertrans NTB, Kadisnakertrans Sumbawa Barat, serta manajemen Amman Mineral.

Perusahaan yang mengoperasikan tambang Batu Hijau ini menyatakan komitmennya mencapai visi menjadi perusahaan kelas dunia. Salah satunya dengan mengevaluasi karyawan. Evaluasi mencakup tiga indikator utama, yaitu kinerja, perilaku, serta rekam medis. “Yang memiliki hasil evaluasi baik akan terus bekerja bersama kami. Sementara yang memiliki evaluasi kurang memuaskan akan kami akhiri kontraknya sesuai perjanjian,” jelas Wudi Raharjo.

Semua yang hadir dalam rakor ini menyatakan dapat memahami upaya perusahaan yang telah dijalankan sesuai regulasi yang berlaku, serta menunjukkan komitmen terhadap kemajuan daerah. “Kami merasa perlu mengingatkan pihak perusahaan agar memperhatikan pemenuhan persyaratan komposisi pekerja lokal asal KSB sebesar minimal 50 persen sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bupati No. 9 Tahun 2010,” tegas Bupati Sumbawa Barat HW Musyafirin.

Rencananya hasil evaluasi yang telah berjalan beberapa bulan terakhir ini, akan diumumkan pekan depan. Jumlah karyawan yang tidak akan diperpanjang masa kontraknya sembilan persen dari total 3.237 karyawan. Sementara 36 persen di antaranya akan melanjutkan kerja bersama mitra bisnis.

Pasca perpanjangan dan pengakhiran masa kontrak ini, komposisi tenaga kerja di Amman Mineral Group terdiri dari 53 persen pekerja KSB, 21 persen pekerja NTB (non-KSB), dan 26 persen pekerja nasional.

Amman Mineral Group berkomitmen memenuhi semua hak-hak karyawan hingga akhir masa kontrak sesuai peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Wudi Raharjo menyampaikan, ke depan Amman Mineral akan terus menerapkan sistem evaluasi berkala dengan terus mengadakan program-program pengembangan keterampilan profesional berkelanjutan untuk seluruh karyawannya. (*/r1)

Berita Lainnya

Jelang Pensiun Guru SMK 5 Mataram Bikin Mural Sepanjang 120 Meter

Redaksi Lombok Post

Akhirnya, Berkas Dugaan Korupsi Dermaga Gili Air Rampung

Redaksi Lombok Post

Nasi Balap Puyung Bakal “Tampil” di MotoGP Mandalika

Redaksi Lombok Post

Jangan Obral Rinjani Lagi! Walhi NTB Minta Fokus Benahi Sampah

Redaksi Lombok Post

Walhi : Fokus Benahi Sampah, Jangan Lagi Obral Rinjani!

Redaksi Lombok Post

Pertahankan Juara Dunia, Honda Ikat Marquez Sampai 2024

Redaksi Lombok Post

Dapat Wildcard, Satu Pesilat NTB Lolos ke PON Papua

Redaksi Lombok Post

Wapres Sorot Tingginya Jumlah Balita Stunting di NTB

Redaksi Lombok Post

Polisi Usut Penggunaan Anggaran Dinas Pariwisata NTB

Redaksi Lombok Post