Lombok Post
Praya

Pasar Seni Sengkerang Dipersoalkan

MASIH DIKERJAKAN: Suasana proyek perbaikan Pasar Seni Desa Sengkerang, Praya Timur, beberapa hari lalu.

PRAYA-Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB diminta melakukan audit investigasi. ”Tolong  awasi pembangunan pasar seni di desa kami,” harap tokoh pemuda Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur Hamzanwadi, Sabtu (18/1).

Program tersebut dijalankan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng. Total anggaran sebesar Rp 10 miliar, setelah di tender menjadi Rp 8,9 miliar. Diduga ada pihak-pihak tertentu yang melanggar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018.

Dia menekankan, dipapan proyek pembangunan, batas kontraknya 14 Desember lalu. Namun hingga saat ini masih proses pengerjaan. Alasan yang diterima ada masa perpanjangan selama 50 hari kedepan.

Dia berharap Bupati HM Suhaili FT memberikan catatan merah pada dinas yang dimaksud. Pihaknya telah melayangkan permohonan audit investigasi ke BPKP Perwakilan NTB. ”Total luas lahan pembangunannya mencapai SATU hektare,” beber Hamzanwadi.

Dia menceritakan, pasar seni sempat menimbulkan pro dan kontra. Karena warga Desa Beleka menolak pembangunannya di Desa Sengkerang. Itu karena sentra kerajinan rotan tertua di Pulau Lombok ada di Desa Beleka. Kendati demikian, dari sisi kelayakan Desa Sengkarang memenuhi.

Terpisah, Kepala Dinas Perindag Loteng H Saman menjelaskan, pasar seni itu baru pembangunan tahap pertama. Tahan keduanya tahun ini. Total anggarannya Rp 20 miliar, Tahun lalu Rp 10 miliar dan tahun ini Rp 10 miliar juga. Anggaran dari pemerintah pusat.

”Proses pembangunannya sesuai detail engineering design (DED). Jadi, tidak ada masalah,” KLAIM Saman.

Proses pengerjaannya juga, kata dia sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun dia tak menjelaskan perihal keterlambatan yang dipersoalkan, termasuk digaan pemotongan anggaran. (dss/r9)

Berita Lainnya

Yuk Lihat, Songket Selingkuh Khas Desa Pelambik, Loteng

Redaksi Lombok Post

Dua Tahun Gempa Lombok, Penanganan Korban Tak Kunjung Rampung

Redaksi Lombok Post

Sah, UMK Lombok Tengah Bertambah, Jadi Rp 2,2 Juta!

Redaksi Lombok Post

Jelang MotoGP, 15 Desa Penyangga KEK Mandalika Masih Susah Sinyal

Redaksi Lombok Post

Tangani Kemiskinan, Pemkab Loteng Gelontorkan Rp 123 Miliar

Redaksi Lombok Post

Ramai-ramai Dandan ala Putri Mandalika

Redaksi Lombok Post

Angka Kemiskinan di Lombok Tengah Hanya Turun 0,24 Persen

Redaksi Lombok Post

Tolong Pak Bupati, TKW Loteng Minta Dipulangkan dari Irak!

Redaksi Lombok Post

Antisipasi Korupsi, Kejati Pelototi Semua Proyek di Loteng

Redaksi Lombok Post