Lombok Post
Headline Metropolis

Pasien BPJS Sumbang Rp 166,2 Miliar

PELAYANAN: Salah seorang dokter RSUD NTB memeriksa pasiennya.

MATARAM-Di saat rumah sakit (RS) kelimpungan dengan tunggakan klaim BPJS, RSUD NTB baik-baik saja. Mereka punya cara menyiasatinya. ”Cash fllow kita masih stabil,” kata Direktur RSUD NTB dr H Lalu Hamzi Fikri, kemarin (20/1).

                Manajemen RSUD tidak berutang ke bank untuk menalangi biaya operasional RS. ”Klaim kita masih ada tiga bulan belum terbayar, kita tetap menggunakan keuangan yang ada dulu,” jelas Fikri.

                Pihaknya selalu menyisakan saldo dana operasional untuk kebutuhan tiga bulan ke depan. Caranya, mereka membuat belanja skala prioritas. Belanja yang kurang prioritas seperti pengadaan mebeler ditunda. ”Yang tidak boleh terlambat itu jasa pelayanan dan obat,” katanya.

                Dana untuk pembayaran obat dan jasa pelayanan mereka pastikan tersedia setiap bulan. ”Obat, kalau terlambat dibayar kita di-lock,” ujarnya.

                Kalau sudah ada anggaran dari BPJS, baru kita bayar yang lain-lain. ”Yang penting obat dibayar dulu,” tegasnya.

                Jumlah klaim RSUD NTB ke BPJS Kesehatan (BPJSK) tiap bulan mencapai Rp 8 miliar hingga Rp 10 miliar. Dana itu merupakan kebutuhan operasional tiap bulan RS. ”Tapi realisasi tidak pernah 100 persen, kadang hanya 50-60 persen,” katanya.

                Tapi karena ada jaminan dari BPJSK, mereka bisa menyiasati agar arus kas rumah sakit tidak terganggu. ”Pintar-pintar kita ngatur di manajemen keuangan saja,” jelasnya.

 Saat ini, klaim bulan Oktober, November dan Desember belum dibayar, tapi baginya tidak masalah, semua sedang proses. ”Sehingga sistem pembayaran jasa kita cicil juga,” katanya.

Sebagian besar pasien RSUD NTB merupakan peserta BPJSK. Tidak heran sebagian besar penerimaan RSUD dari peserta JKN Rp 166,2 miliar.

Kepala Sub Bagian Humas dan Kemasyarakatan RSUD NTB Solikin menyebutkan, untuk 36 poliklinik, rata-rata jumlah kunjungan dari Januari-November 467 orang. ”Kunjungan tertinggi di poli dalam, rata-rata per hari 55 orang,” katanya.

Sementara pasien rawat inap sesuai jumlah tempat tidur yakni 375 orang. Tingkat hunian rawat inap 72,8 persen. Rata-rata per bulan pasien rawat inap 1.554 orang. ”Sebagian besar atau 87,82 persenya adalah pasien JKN,” jelasnya.

Kunjungan ke IGD selama tahun 2019 mencapai 15.532 orang pasien. ”Rata-rata per hari IGD melayani 47 orang,” katanya. (ili/r5)

Realisasi Penerimaan RSUD NTB Tahun 2019

Target                                 : Rp 165 miliar

Realisasi                            : Rp 204,6 miliar (124,05 persen)

Sumber Tertinggi             : Pasien BPJSK Rp 166,2 miliar (81,2 persen)

Sumber: RSUD NTB

Berita Lainnya

Ayo Lestarikan Budaya Bangsa!

Redaksi Lombok Post

Gubernur Zul : Kades Jangan Memperkaya Diri dengan Dana Desa!

Redaksi Lombok Post

Batas Waktu Rehab Rekon Tinggal Sebulan, 23.217 Rumah Masih Belum Tertangani

Redaksi Lombok Post

Sekda NTB Sambut Baik Investor Rinjani

Redaksi Lombok Post

Catat, Kades Korupsi, Penyaluran Dana Desa Bakal Dihentikan

Redaksi Lombok Post

Gubernur: Investasi di Rinjani Tidak Langsung Diterima

Redaksi Lombok Post

MotoGP Mandalika Sebentar Lagi, Ketersediaan Kamar Hotel Masih Minim

Redaksi Lombok Post

Demi Anak, Yuli Ingin Bebas dari Candu Narkoba

Redaksi Lombok Post

Berebut Investasi di Gunung Rinjani

Redaksi Lombok Post