Lombok Post
Praya

Aduh, Masih Ada 15 Titik Nihil Sinyal di Loteng

SIAP MEMBANTU: Rombongan Komisi I DPR RI, saat berada di Kantor Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kamis (23/1).

PRAYA-Komisi I DPR RI berjanji akan menambah base transerver station (BTS). ”Ini demi mempermudah pelayanan jaringan internet dan komunikasi,” kata Ketua Rombongan Komisi I DPR RI H Bambang Kristiono, di Kantor Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kamis (23/1).

      Dalah catatannya, hingga kini masih ada 15 titik blankspot atau areal yang tidak tersentuh sinyal komunikasi di sana. Makin memprihatinkan, 12 titik berada di objek wisata. “Kita tidak ingin wisatawan sulit menemukan jaringan internet, apalagi berkomunikasi,” harap HBK.

      Dia mengingatkan, nama Loteng kini  semakin dikenal. Itu salah satunya dikatrol persiapan perhelatan MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Karenanya jaringan internet harus memadai. Masuk hingga ke pelosok desa, dusun-dusun. Kualitas dan kuantitasnya juga harus ditingkatkan lagi. Selain bisa dinikmati wisatawan, warga juga harus merasakan manfaatnya.

      ”Kami rombongan Komisi I juga meninjau BTS di Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat,” beber HBK.

Fasilitas itu, dibangun Badan Aksesibilitas dan Informasi (BAKTI) Kominfo RI. Dia ingin perhelatan MotoGP tahun depan, harus memberikan rasa nyaman bagi wisatawan dari berbagai aspek. Termasuk jaringan internet, bahkan bila memungkinkan pelayanannya gratis. ”Saya minta Kominfo RI segera membenahi titik-titik blankspot,” sambung Anggota Komisi I DPR RI Helmi Faishal Zaini. Dia ingin dalam beberapa pekan atau bulan kedepan sudah tidak ada lagi yang namanya blankspot.

”Siap, kami siap melaksanakannya,” cetus Direktur Sumber Daya dan Administrasi BAKTI Kominfo RI Fadhilah Mathar.

Kendati demikian, BAKTI memiliki kendala mencari lokasi yang strategis, guna membangun BTS. Untuk itulah, pihaknya berharap Pemkab Loteng ikut membantu. Dia membeberkan, total BTS di NTB terpasang di 52 titik. Pelayanannya diberikan secara gratis.

”Kami merasa bersyukur dan berterima kasih atas bantuan Komisi I DPR RI dan Kominfo RI,” tambah Wakil Bupati Loteng HL Pathul Bahri. Bagi wabup, jaringan internet menjadi kebutuhan pokok dewasa ini. Keberadaannya nyaris sama penting dengan kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Hanya saja pada waktu dan titik tertentu mengalami gangguan. ”Itu yang perlu dipikirkan dibenahi, diperbaiki dan disempurnakan lagi,” harapnya. (dss/r9)

Berita Lainnya

Yuk Lihat, Songket Selingkuh Khas Desa Pelambik, Loteng

Redaksi Lombok Post

Dua Tahun Gempa Lombok, Penanganan Korban Tak Kunjung Rampung

Redaksi Lombok Post

Sah, UMK Lombok Tengah Bertambah, Jadi Rp 2,2 Juta!

Redaksi Lombok Post

Jelang MotoGP, 15 Desa Penyangga KEK Mandalika Masih Susah Sinyal

Redaksi Lombok Post

Tangani Kemiskinan, Pemkab Loteng Gelontorkan Rp 123 Miliar

Redaksi Lombok Post

Ramai-ramai Dandan ala Putri Mandalika

Redaksi Lombok Post

Angka Kemiskinan di Lombok Tengah Hanya Turun 0,24 Persen

Redaksi Lombok Post

Tolong Pak Bupati, TKW Loteng Minta Dipulangkan dari Irak!

Redaksi Lombok Post

Antisipasi Korupsi, Kejati Pelototi Semua Proyek di Loteng

Redaksi Lombok Post