Lombok Post
Praya

Alokasi Pupuk Bersubsidi Berkurang, Pemerintah Klaim Aman

MENANAM PADI: Petani di Desa Pangutan, Batukliang menanam padi, beberapa waktu lalu.

PRAYA-Alokasi pupuk bersubsidi di Lombok Tengah, mengalami pengurangan. “Kendati demikian kebutuhan pupuk petani aman,” ujar Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Loteng Lalu Iskandar, Kamis (23/1).

      Dia menjelaskan, pengurangan karena penyesuaian Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Untuk pupuk jenis urea, tahun lalu 24.911 ton, tahun ini 20.045 ton. Kemudian SP36 dari 7.287 ton menjadi 7.179,70 ton.

      Berikutnya jenis NPK dari 6.710 ton, menjadi 10.980 ton. ”Jenis ini saja yang naik,” kata Iskandar.

Dia berharap petani bisa menutupi kekurangan jenis pupuk yang lain, dengan menggunakan NPK. Kualitasnya diklaim sama.

      Sedangkan jenis ZA dan pupuk organik tidak ada perubahan. Masing-masing 3.367 ton dan 1.864 ton. ”Kebutuhan pupuk terbesar ada di wilayah selatan,” bebernya.

Daerah yang dimaksdu mencakup  Kecamatan Praya Barat, Praya Barat Daya, Pujut, Praya Tengah, Jonggat, dan Praya Timur. Itu karena faktor luas lahan. Kendati demikian, pihaknya membantah adanya kelangkaan pupuk bersubsidi. Dia bahkan menantang memeriksa langsung seluruh distributor dan pengecer di Loteng.

      Pernyataannya itu menanggapi Wakil Ketua DPRD Loteng HL Sarjana yang sebelumnya menyoroti kelangkaan. Dia siap memenuhi panggilan DPRD Loteng, menjelaskan secara rinci persoalan pupuk.

”Tolong Dispertan juga memfasilitasi kami mengumpulkan distributor dan pengecer,” tegas Wakil Ketua DPRD Loteng HL Sarjana, terpisah. Dia menekankan, dewan bukan mencari-cari kesalahan dinas. Apalagi berniat menjatuhkan, melainkan meluruskan persoalan yang terjadi.

Harapannya, ditemukan jalan keluar. Sehingga tidak terjadi lagi masalah serupa dikemudian hari. ”Tujuan kita sama-sama ingin melihat petani tersenyum. Itu saja,” pungkas wakil ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Loteng tersebut. (dss/r9)

Berita Lainnya

Yuk Lihat, Songket Selingkuh Khas Desa Pelambik, Loteng

Redaksi Lombok Post

Dua Tahun Gempa Lombok, Penanganan Korban Tak Kunjung Rampung

Redaksi Lombok Post

Sah, UMK Lombok Tengah Bertambah, Jadi Rp 2,2 Juta!

Redaksi Lombok Post

Jelang MotoGP, 15 Desa Penyangga KEK Mandalika Masih Susah Sinyal

Redaksi Lombok Post

Tangani Kemiskinan, Pemkab Loteng Gelontorkan Rp 123 Miliar

Redaksi Lombok Post

Ramai-ramai Dandan ala Putri Mandalika

Redaksi Lombok Post

Angka Kemiskinan di Lombok Tengah Hanya Turun 0,24 Persen

Redaksi Lombok Post

Tolong Pak Bupati, TKW Loteng Minta Dipulangkan dari Irak!

Redaksi Lombok Post

Antisipasi Korupsi, Kejati Pelototi Semua Proyek di Loteng

Redaksi Lombok Post