Lombok Post
Headline Metropolis

Ikut Pilkada 2020, Selly dan Saswadi Akan Dimutasi

Hj Putu Selly Andayani

MATARAM-Mutasi pejabat pemprov tinggal tunggu waktu. Spesialnya, mutasi kali ini menyasar dua pejabat pemprov yang maju dalam Pilkada 2020. ”Kita antisipasi kosong karena proses politik,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, Kamis (23/1).

Tiga pejabat menyatakan diri maju dalam Pilkada 2020, seperti Hj Putu Selly Andayani, H Lalu Saswadi, dan H Ahsanul Khalik. Belakangan, Ahsanul Khalik menyatakan mundur dari proses politik tersebut.

Tinggal Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani yang akan maju sebagai calon wali kota Mataram. Kemudian Kepala Dinas Koperasi  dan Usaha Kecil Menengah NTB NTB H Lalu Saswadi, dia hendak maju menjadi calon bupati Lombok Tengah.

Meski demikian, Gita tidak menjelaskan posisi apa yang disiapkan untuk keduanya. Dia hanya memberi sinyal akan menempatkan di jabatan yang pas bagi mereka. ”Antisipasi untuk melakukan yang terbaik,” katanya.

Gita menegaskan, mutasi penting dilakukan untuk mengisi OPD kosong, baik kosong karena pejabat pensiun maupun pengunduran diri. Termasuk mereka yang akan mundur karena ikut pilkada.

Dia memaparkan, proses mutasi JPT pratama harus melalui beberapa tahapan, seperti assesment dan konsultasi ke Komisi ASN. ”Jadi tidak bisa langsung copat copot,” katanya.

Semua proses itu sudah dilalui, bahkan saat wawancara dia menunjukkan SK gubernur berisi daftar mutasi.  ”Tinggal finalisasi,” katanya.

Informasi yang didapatkan Lombok Post, Hj Putu Selly Andayani dan Lalu Saswadi akan digeser menjadi staf ahli gubernur. Terkait itu, Selly tidak membantahnya. ”Saya sama pak Saswadi minta ke staf ahli biar bisa all out bergerak,” kata Selly, pada Lombok Post.

Dia meminta posisi itu karena ingin serius maju di pemilihan wali kota Mataram. ”Kalau jadi staf ahli saya bisa fokus turun ke masyarakat,” katanya.

Meski staf ahli minim kegiatan dan program, namun justru menurut Selly itu akan memudahkan. ”Saya tidak suka pakai fasilitas negara, mobil saja pakai mobil pribadi,” katanya. (ili/r5)

Berita Lainnya

Jelang Pensiun Guru SMK 5 Mataram Bikin Mural Sepanjang 120 Meter

Redaksi Lombok Post

Akhirnya, Berkas Dugaan Korupsi Dermaga Gili Air Rampung

Redaksi Lombok Post

Nasi Balap Puyung Bakal “Tampil” di MotoGP Mandalika

Redaksi Lombok Post

Jangan Obral Rinjani Lagi! Walhi NTB Minta Fokus Benahi Sampah

Redaksi Lombok Post

Walhi : Fokus Benahi Sampah, Jangan Lagi Obral Rinjani!

Redaksi Lombok Post

Pertahankan Juara Dunia, Honda Ikat Marquez Sampai 2024

Redaksi Lombok Post

Dapat Wildcard, Satu Pesilat NTB Lolos ke PON Papua

Redaksi Lombok Post

Cuaca Buruk, Nelayan Ampenan Takut Melaut

Redaksi Lombok Post

Wapres Sorot Tingginya Jumlah Balita Stunting di NTB

Redaksi Lombok Post