Lombok Post
Metropolis

Antisipasi Virus Corona, Penjagaan Pelabuhan dan Bandara Harus Diperketat

PERKETAT PINTU MASUK: Merebaknya virus corona di sejumlah negara memaksa pemerintah memperketat pintu masuk di bandara.

MATARAM-Virus corona yang menyebar secara cepat ke berbagai negara menimbulkan kekhawatiran bagi pariwisata NTB. “Kami minta semua wisatawan untuk mematuhi SOP dari petugas di pintu masuk,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal.

Virus yang sudah menewaskan lebih dari 50 warga Tiongkok tersebut, segera diantisipasi Pemprov NTB. Salah satunya melakukan koordinasi dengan PHRI. Mendata dan memeriksa suhu tubuh setiap wisatawan yang akan menginap. “Kita berusaha perketat di semua lini,” tegasnya.

Untuk kejadian ini, NTB masih diuntungkan dengan belum adanya penerbangan langsung dari Tiongkok. Namun, tidak berarti pemerintah tidak memiliki persiapan apa-apa. “Semuanya harus waspada terhadap gejala virus mematikan ini,” kata Faozal.

Mengantispasi hal tersebut, dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri, telah menerbitkan travel advice bagi warga Indonesia yang berencana bepergian ke Tiongkok.

Dijelaskan, WNI yang akan ke Tiongkok mengikuti segala perkembangan virus corona melalui aplikasi safe travel. Menghindari tempat dan kota asal virus tersebut. Kemudian tidak melakukan kontak fisik dengan orang-orang yang sedang dalam kondisi batuk, demam, dan sesak napas.

Menanggapi hal itu, Faozal mengatakan, pemda akan menyiapkan bila ada arahan dari pemerintah pusat. “Kita siapkan kalau ini arahan pusat untuk segera daerah juga antisipasi,” tandasnya.

Anggota Komisi II DPRD NTB Made Slamet meminta, otoritas bandara dan pelabuhan, benar-benar memperketat penjagaan. Semua alat screening harus dipastikan berfungsi dengan baik. “Kita kan nggak mungkin larang orang buat datang, tetapi langkah antisipasi harus kita perkuat,” tegasnya.

Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Anita Ahmad berharap, peristiwa ini tidak terlalu berdampak signifikan.pada kunjungan wisatawan ke NTB. Tidak dipungkiri, negara yang dipimpin Xi Jinping tersebut masih menjadi pasar ‘gemuk’. Tidak jarang, pihaknya selalu berpromosi ke sana. “Semoga semua ini cepat selesai ya,” harapnya.

Saat disinggung mengenai travel advice yang dikeluarkan Kemenlu, karena negara memiliki kewajiban dan tanggung jawab melindungi setiap warganya. “Saya pikir ini untuk keselamatan kita semua ya, kita di minta hati-hati,” tandasnya. (yun/r5)

Berita Lainnya

Nasi Balap Puyung Bakal “Tampil” di MotoGP Mandalika

Redaksi Lombok Post

Jangan Obral Rinjani Lagi! Walhi NTB Minta Fokus Benahi Sampah

Redaksi Lombok Post

Walhi : Fokus Benahi Sampah, Jangan Lagi Obral Rinjani!

Redaksi Lombok Post

Cuaca Buruk, Nelayan Ampenan Takut Melaut

Redaksi Lombok Post

Wapres Sorot Tingginya Jumlah Balita Stunting di NTB

Redaksi Lombok Post

Yuk, Cegah Kematian Mendadak di Usia Muda

Redaksi Lombok Post

Dewan Minta Kontrak GTI Diputus

Redaksi Lombok Post

Jabat Komisaris PT ITDC, Irzani Diminta Lebih Rajin Turun ke Masyarakat

Redaksi Lombok Post

Masuk NTB, HP Turis Asing Wajib Didaftarkan

Redaksi Lombok Post