Lombok Post
Metropolis

Jamaah Umrah Juga Rentan Terjangkit Korona

DIKERUMUNI PEZIARAH: JCH Lotim Kloter I diziarahi warga saat akan berangkat ke asrama haji di Masjid Agung Al Mujahidin Selong, belum lama ini.

MATARAM-Tidak hanya virus Korona, penyakit Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (Mers-CoV) juga rawan menjangkiti warga, terutama jamaah haji dan umrah. ”Sejak 2015 mulai muncul, setiap orang yang pulang umrah kita pantau selama 14 hari,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (11/2).

                Dia menjelaskan, standar pemeriksaan kesehatan jamaah umrah dan haji juga sama ketat dengan virus korona saat ini. ”Kalau panas kita masukkan rumah sakit, Cuma tidak seheboh korona,” katanya.

                  Virus ini rentan menjangkiti jamaah umrah dan haji karena diduga inangnya berasal dari unta. ”Makanya kami berpesan kepada para jamaah umarah tidak usah berkunjung ke peternakan unta,” imbuhnya.

                Hal itu penting untuk meminimalisasi mereka terjangkit Mers-CoV yang  juga cukup berbahaya. ”Sampai di sana ibadah saja, gak usah ke kawasan peternakan,”katanya.

                Meski jamaah haji dan umrah banyak orang dengan risiko tinggi dan lansia, namun kasus Mers-CoV sangat minim. Karena pola hidup dan daya tahan tubun jamaah yang bagus. ”Ada yang kita duga mers, tapi hasil uji laboratorium negatif,” katanya.

                Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Mataram I Wayan Diatmika mengatakan, pemeriksaan terhadap jamaah umrah dan haji dilakukan dengan ketat. Bahkan pemeriksaan kesehatan dilakukan berlapis lapi sejak kabupaten/kota. ”Sebelum berangkat haji kami tetap periksa, kalau ada yang sakit tidak diizinkan berangkat,” katanya.

                Pemeriksaan itu juga untuk mengurangi risiko berbagai penyakit yang membahayakan jamaah saat berada di Tanah Suci, termasuk Mers-CoV. ”Apalagi sekarang semua diperiksa di semua bandara dan pelabuhan,” katanya. (ili/r5)

Berita Lainnya

Ayo Lestarikan Budaya Bangsa!

Redaksi Lombok Post

Gubernur Zul : Kades Jangan Memperkaya Diri dengan Dana Desa!

Redaksi Lombok Post

Batas Waktu Rehab Rekon Tinggal Sebulan, 23.217 Rumah Masih Belum Tertangani

Redaksi Lombok Post

Sekda NTB Sambut Baik Investor Rinjani

Redaksi Lombok Post

Catat, Kades Korupsi, Penyaluran Dana Desa Bakal Dihentikan

Redaksi Lombok Post

Gubernur: Investasi di Rinjani Tidak Langsung Diterima

Redaksi Lombok Post

MotoGP Mandalika Sebentar Lagi, Ketersediaan Kamar Hotel Masih Minim

Redaksi Lombok Post

Berebut Investasi di Gunung Rinjani

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Ajak Masyarakat Peduli Kebersihan

Redaksi Lombok Post