Lombok Post
Headline Metropolis

Sementara, 2.019 Peserta CPNS NTB Gugur

BERDOA: Seorang peserta SKD CPNS berdoa sebelum memasuki ruang CAT di kantor BKD, kemarin.

MATARAM-Jumlah peserta CPNS yang tidak lolos nilai ambang batas (passing grade) sudah tembus 2.019 orang. ”Cukup kita sayangkan, mudahan tidak tambah banyak,” kata Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB H Adam, kemarin (11/2).

                Dia mengaku khawatir jika semakin banyak peserta tidak lolos, banyak formasi CPNS yang tidak terisi. ”Kalau nanti ada yang kosong kami akan lapor ke pusat meminta kebijakan,” kata Adam, di ruang kerjanya.

                Dia berharap semua formasi CPNS Pemprov NTB terisi untuk mendukung pelayanan pemprov. ”Kita masih kekurangan tenaga untuk pelayanan publik,” katanya.

                Tahun ini, pemprov mendapatkan kuota CPNS hingga 414 formasi. Baik untuk tenaga pendidikan, kesehatan, dan tenaga teknis. ”Semoga terisi semua,” katanya.

Namun dari hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) hingga Senin (10/2), jumlah peserta yang gugur mencapai 2.019 orang. Sebanyak 229 orang gugur karena tidak hadir dan 1.790 orang tidak memenuhi nilai ambang batas. ”Yang lolos hanya 51,24 persen,” katanya.

Dia menyarankan kepada para peserta lebih teliti dalam menjawab soal tes. ”Bukan masalah pintar tidak pintar, tapi mereka harus pakai strategi,” katanya.

Dia menyebut, dalam SKD ada tiga jenis tes yang harus dikuasai peserta yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TKP) dengan bobot 65, Tes Intelegensia Umum (TIU) 80 dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 126.”Kebanyakan peserta terjebak di soal-soal TIU,” katanya.

Menurut Adam, dari pengalaman peserta yang mendapat nilai tinggi, mereka menjawab soal-soal TKP terlebih dahulu. ”TKP ini butuh pemikiran dan analisa sehingga dikerjakan dalam kondisi otak masih fresh,” katanya.

TIU menurutnya merupakan soal-soal dengan jawaban yang pasti. ”Sehingga akan cenderung cepat dijawab karena jawabannya sudah pasti,” katanya.

TKP merupakan salah satu kriteria yang memiliki bobot tinggi karena akan menjadi dasar untuk menilai sikap dan pribadi calon ASN dalam memberikan pelayanan. ”Makanya bobotnya lebih besar,” katanya.

Meski demikian, menurut Adam itu hanya pengalaman peserta yang lolos dengan nilai tertinggi. ”Masing-masing orang punya cara masing-masing,” katanya.

Khairil Ammi, salah seorang perserta CPNS mengaku soal-soal tahun ini lebih mudah dibandingkan tahun sebelumnya. Tapi sayangnya dia tidak lolos passing grade tahun ini. ”Mungkin harus lebih banyak belajar lagi,” katanya.

Honorer yang mengajar di SMAN 2 Aikmel ini mengaku mendapatkan nilai 268, dengan TWK 70, TIU 55, dan TKP 143. ”Saya kurang di itung-itungan agak susah di sana,” katanya.

Menurutnya, soal-soal di TIU cukup sulit sehingga dia hanya bisa mengumpulkan nilai 55. ”Mudahan tahun depan bisa lolos,” katanya. (ili/r5)

Berita Lainnya

Ayo Lestarikan Budaya Bangsa!

Redaksi Lombok Post

Gubernur Zul : Kades Jangan Memperkaya Diri dengan Dana Desa!

Redaksi Lombok Post

Batas Waktu Rehab Rekon Tinggal Sebulan, 23.217 Rumah Masih Belum Tertangani

Redaksi Lombok Post

Sekda NTB Sambut Baik Investor Rinjani

Redaksi Lombok Post

Catat, Kades Korupsi, Penyaluran Dana Desa Bakal Dihentikan

Redaksi Lombok Post

Gubernur: Investasi di Rinjani Tidak Langsung Diterima

Redaksi Lombok Post

MotoGP Mandalika Sebentar Lagi, Ketersediaan Kamar Hotel Masih Minim

Redaksi Lombok Post

Demi Anak, Yuli Ingin Bebas dari Candu Narkoba

Redaksi Lombok Post

Berebut Investasi di Gunung Rinjani

Redaksi Lombok Post