Lombok Post
Headline Metropolis

Bebas Virus Korona Satu Mahasiswa NTB Dipulangkan

MATARAM-Memasuki hari ke-11 masa observasi, tidak ada tanda-tanda mahasiswa NTB yang baru pulang dari China mengalami gejala terjangkit virus Korona.

”Alhamdulillah semua sehat, tidak ada yang mengarah ke Korona,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Nurhandini Eka Dewi pada Lombok Post, kemarin (11/2).

Ia menjelaskan, masa berakhir observasi mahasiswa beda-beda karena mereka tidak menjalani masa observasi secara serentak. ”Ada yang baru seminggu, jadi belum waktunya pulang,” katanya.

Hingga saat ini, mereka masih dalam masa pemantauan. Dia memastikan mereka dalam kondisi sehat. ”Semoga tidak ada gejala Korona sampai akhir masa inkubasi,” harapnya.

Eka meminta warga tidak khawatir. Dia yakin NTB bebas dari virus Korona. ”Virus ini tidak terlalu ganas, cuma  penyebarannya masif,” jelasnya.

Selama masa observasi, mahasiswa dilayani dengan baik. Meski tidak diberikan keluar ruangan, berbagai kegiatan digelar agar mereka tidak bosan di dalam ruangan.

”Agar tidak jenuh kita isi dengan olahraga, senam dan edukasi serta hipnoterapi,” kata Direktur Utama RSUD NTB dr H Lalu Hamzi Fikri.

Selain itu, RSUD juga membuatkan acara hiburan musik. Tujuannya agar mereka tetap merasa nyaman. ”Kegiatan kita gelar Sabtu malam Minggu,” jelasnya.

Fikri menyebutkan, jumlah mahasiswa yang diobservasi 29 orang. Hingga kemarin suhu tubuhnya dalam keadaan normal. Meski awalnya ada mahasiswa yang naik suhu tubuhnya 1-4 derajat di atas normal, yakni 37,1 hingga 37,4  derajat Celcius.

”Namun  tidak melebihi 38 derajat Celsius dan tidak ada gejala lain selain panas,” terangnya.

Kenaikan suhu tubuh itu disebabkan dehidrasi atau kurang istirahat selama perjalanan dari China. ”Setelah minum dan istirahat cukup serta kita berikan vitamin suhunya kembali normal,” katanya.

Hasil itu didapatkan dari pemeriksaan rutin yang dilakukan setiap hari. ”Sampai  saat ini semua mahasiwa normal dan tidak ada gejala klinis mengarah ke nCOV,” jelasnya.

Dia menyebutkan, jumlah yang diobservasi sampai siang kemarin 29 orang. Tapi satu orang yang masuk ke Indonesia tanggal 28 Januari sudah lewat masa inkubasi. ”Dia sudah bisa kita pulangkan,” katanya.

Sehingga total mahasiswa yang diobservasi sampai kemarin 28 orang. Pantauan Lombok Post, gedung Graha Mandalika nampak lengang siang kemarin.

Para mahasiswa yang diobservasi diinapkan di lantai empat gedung, sehingga jauh dari jangkauan warga lainnya. Tidak ada satu pun mahasiswa yang keluar, meski sekadar menengok ke lantai bawah.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD NTB dr Nyoman Wijaya Kusuma menjelaskan, 28 mahasiswa yang diobservasi belum boleh pulang karena belum habis periode pemantauan masa inkubasi virus. ”Yang masuk tanggal 1 Februari tinggal tiga hari lagi diobservasi,” katanya.

Nyoman menjelaskan, tiga orang mahasiswa pulang dari China tanggal 31 Januari, dua orang masuk ke RSUD tanggal 1 Februari. Enam orang masuk ke Graha Mandalika tanggal 2 Ferbruari. Kemudian 18 orang masuk tanggal 5 Februari, dan dua orang masuk tanggal 7 Februari lalu. ”Selama di sini mereka kami periksa tiga kali sehari, pagi, siang dan malam,” jelasnya. (ili/r6)

Berita Lainnya

Ayo Lestarikan Budaya Bangsa!

Redaksi Lombok Post

Gubernur Zul : Kades Jangan Memperkaya Diri dengan Dana Desa!

Redaksi Lombok Post

Batas Waktu Rehab Rekon Tinggal Sebulan, 23.217 Rumah Masih Belum Tertangani

Redaksi Lombok Post

Sekda NTB Sambut Baik Investor Rinjani

Redaksi Lombok Post

Catat, Kades Korupsi, Penyaluran Dana Desa Bakal Dihentikan

Redaksi Lombok Post

Gubernur: Investasi di Rinjani Tidak Langsung Diterima

Redaksi Lombok Post

MotoGP Mandalika Sebentar Lagi, Ketersediaan Kamar Hotel Masih Minim

Redaksi Lombok Post

Demi Anak, Yuli Ingin Bebas dari Candu Narkoba

Redaksi Lombok Post

Berebut Investasi di Gunung Rinjani

Redaksi Lombok Post