Lombok Post
Headline Metropolis

Islamic Center Butuh Perbaikan, Eskalator Rusak Atap Bocor

BERBAHAYA: Tiga orang pria bekerja untuk perbaikan salah satu menara Islamic Center yang dihancurkan gempa, di Kota Mataram, kemarin (10/4). Para pekerja ini bekerja di ketimggian tanpa pengaman.

MATARAM-Kondisi masjid Hubbul Wathan Islamic Center (IC) cukup memprihatinkan. Eskalatornya rusak dan atapnya bocor.

“Mengganggu jamaah yang ibadah dan bagaimana kalau dilihat wisatawan,” kata Yusi Susanti, warga Kota Mataram usai salat di Islamic Center pada Lombok Post, kemarin (10/2).

Sebagai warga NTB, ia berharap pemerintah provinsi segera memperbaiki fasilitas di IC. Mengingat, masjid ini menjadi salah satu ikon NTB yang dikenal dengan pulau seribu masjid. “Semoga pemerintah bisa cepat merespons,” ujarnya.

Senada dengan Yusi, Devi Handayani, warga Karang Panas, Ampenan juga berharap pemerintah segera memperbaiki fasilitas yang ada. Mengingat, banyak wisatawan domestik maupun asing kerap mengunjungi masjid untuk berswafoto.

“Eskalatornya sering rusak, jadi cukup mengganggu bagi jamaah wanita. Khususnya lansia yang ingin salat di lantai atas,” katanya, kemarin.

Banyaknya fasilitas masjid yang rusak dapat memberi citra buruk.bagi pariwisata NTB. “Jangan sampai orang luar berpikir jika rumah ibadah kita tidak layak, semoga pemerintah bisa turun membenahi,” harapnya.

Sekertaris Daerah (Sekda) NTB H Lalu Gita Ariadi mengatakan pihaknya akan segera memperbaiki fasilitas-fasilitas di Islamic Center yang rusak. Seperti atap yang bocor hingga eskalator yang tidak beroperasi.

“Kita sudah rapatkan beberapa kali, dan Dinas PUPR NTB sudah dalam tataran teknisnya akan bagaimana. Intinya akan segera diperbaiki,” katanya, kemarin.

Ia menjelaskan, pihaknya di bawah PUPR NTB akan segera melakukan perbaikan secara teknis. Mengingat, Islamic Center menjadi ikon penting bagi NTB.

“Kita akan selesaikan (dengan cepat), kita punya anggaran dari APBD untuk perbaikan ini,” tuturnya.

Rencananya, perbaikan fasilitas-fasilitas yang rusak ini akan dibagi ke dalam beberapa tahap. “Untuk saat ini, kami prioritaskan perbaikan atap-atap yang bocor dulu. Sisanya akan menyusul, intinya akan kita selesaikan,” tandasnya. (tea/r5)

Berita Lainnya

Ayo Lestarikan Budaya Bangsa!

Redaksi Lombok Post

Gubernur Zul : Kades Jangan Memperkaya Diri dengan Dana Desa!

Redaksi Lombok Post

Batas Waktu Rehab Rekon Tinggal Sebulan, 23.217 Rumah Masih Belum Tertangani

Redaksi Lombok Post

Sekda NTB Sambut Baik Investor Rinjani

Redaksi Lombok Post

Catat, Kades Korupsi, Penyaluran Dana Desa Bakal Dihentikan

Redaksi Lombok Post

Gubernur: Investasi di Rinjani Tidak Langsung Diterima

Redaksi Lombok Post

MotoGP Mandalika Sebentar Lagi, Ketersediaan Kamar Hotel Masih Minim

Redaksi Lombok Post

Demi Anak, Yuli Ingin Bebas dari Candu Narkoba

Redaksi Lombok Post

Berebut Investasi di Gunung Rinjani

Redaksi Lombok Post