Lombok Post
Metropolis

2.420 Peserta Seleksi CPNS Mataram Tak Lulus Tes SKD

CARI NAMA SENDIRI: Salah seorang peserta tes CPNS melihat pengumuman hasil CPNS yang ditempel BKPP Lombok Tengah, kemarin (10/2).

MATARAM-Nilai ambang batas tes CPNS 2020 sudah diturunkan. Namun, tetap saja jumlah peserta yang lulus tes lebih sedikit dari yang gagal.

Data BKPSDM Kota Mataram memperlihatkan, dari 4.605 peserta yang ikut tes CPNS di Kota Mataram, hanya 2.185 peserta yang dinyatakan lulus seleksi kompetensi dasar (SKD). Sementara 2.420 peserta lainnya gugur.

“Nilainya tidak berhasil melewati passing grade atau ambang batas,” kata Kabid BKPSDM Kota Mataram H Ahmad Mujahiddin, kemarin.

Tes SKD sendiri berakhir kemarin (12/2). Dari formasi yang tersedia, satu formasi dipastikan tidak terisi. “Formasi Penata Anestesi Ahli Pertama tidak terisi,” ujar dia.

Formasi ini mencari dua orang CPNS. Sementara peserta yang ikut tes hanya satu orang. Bahkan peserta yang ikut tes nilainya tidak memenuhi passing grade. “Hanya ini saja yang tidak terisi di tenaga kesehatan,” tuturnya.

Diungkapkan, peserta CPNS itu ketentuannya harus sesuai dengan Permenpan-RB Nomor 24 Tahun 2019 tentang nilai ambang batas seleksi kompetensi dasar pengadaan CPNS 2019. Untuk nilai tes wawasan kebangsaan (TWK) harus memenuhi standar dengan poin 65, tes intelegensia umum (TIU) 80 poin, dan tes karakteristik pribadi (TKP) 126 poin. “Jadi, secara komulatif nilai skornya adalah 271,” ujar dia

Peserta yang tidak sampai nilai ambang batas dipastikan gugur. Begitupun dengan peserta CPNS yang tidak hadir, terlambat atau tidak ikut dalam proses pelaksanaan tes. “Ada 338 peserta tidak hadir,” ujarnya.

Sementara itu Sekdis BKPSDM Kota Mataram Taufik Priyono mengatakan, bagi peserta yang lulus SKD tidak serta-merta bisa mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Karena ketentuannya adalah tiga kali formasi.

Misalnya, di dalam suatu jabatan (formasi) tertentu ada 10 orang lulus. Sementara formasinya hanya dua, maka hanya enam orang dengan nilai tertinggi yang bisa ikut SKB. Sementara empat lainnya dinyatakan gugur.

“Ini berdasarkan Permenpan-RB Nomor 23 Tahun 2019 tentang Kriteria penetapan kebutuhan PNS dan pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2019,” ujarnya.

Meski begitu, Taufik juga menunggu ketentuan-ketentuan yang lain dan diakomodir setelah pelaksanaan SKD ini selesai secara nasional. Apakah nantinya ada Permenpan-RB yang baru terkait dengan mekanisme lanjutan bagi peserta yang lulus SKD tersebut atau tidak. “Kemungkinan berubah tetap ada,” tandasnya. (jay/r3)

 

Berita Lainnya

Ayo Lestarikan Budaya Bangsa!

Redaksi Lombok Post

Gubernur Zul : Kades Jangan Memperkaya Diri dengan Dana Desa!

Redaksi Lombok Post

Batas Waktu Rehab Rekon Tinggal Sebulan, 23.217 Rumah Masih Belum Tertangani

Redaksi Lombok Post

Sekda NTB Sambut Baik Investor Rinjani

Redaksi Lombok Post

Catat, Kades Korupsi, Penyaluran Dana Desa Bakal Dihentikan

Redaksi Lombok Post

Gubernur: Investasi di Rinjani Tidak Langsung Diterima

Redaksi Lombok Post

MotoGP Mandalika Sebentar Lagi, Ketersediaan Kamar Hotel Masih Minim

Redaksi Lombok Post

Berebut Investasi di Gunung Rinjani

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Ajak Masyarakat Peduli Kebersihan

Redaksi Lombok Post