Lombok Post
Tanjung

67 Warga Lombok Utara Terserang Demam Berdarah

BERANTAS NYAMUK: Petugas Dikes Lobar melakukan fogging di RT 03 Perumda Utara, Gerung belum lama ini. Fogging dilakukan untuk memberantas jentik nyamuk demam berdarah,kemarin (7/3).

TANJUNG-Di musim penghujan ini, Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Utara mengungkapkan ada kenaikan kasus demam berdarah dangue (DBD). Tercatat, sebanyak 67 kasus DBD tengah ditangani saat ini.

“Tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu di bulan yang sama,” ujar Kepala Dikes Lombok Utara dr H Lalu Bahrudin, kemarin (12/2).

Kata dia, melihat kenaikan tersebut, Dikes langsung bersurat ke seluruh puskesmas. Dalam surat tersebut Dikes meminta puskesmas agar meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi mewabahnya DBD.

“Jika ditemukan ada kasus harus segera mendapat penanganan. Yang jelas kita harus meningkatkan kewaspadaaan terhadap DBD ini,” jelas Bahrudin.

Menurut dia, ketika ada masyarakat mengalami gejala terkena DBD seperti demam dan lainnya, harus segera diperiksa. Di samping itu juga sosialisasi pada masyarakat harus ditingkatkan. Terutama untuk menggelar pola hidup bersih dan sehar.

“Karena bagaimana pun, penularan kasus ini tergantung lingkungan kita apakah bersih atau tidak,” sambung mantan Direktur RSUD Lombok Utara itu.

Bahrudin merinci, kebanyakan kasus DBD menyasar anak-anak dan  remaja. Namun penderita dari kalangan orang dewasa juga tercatat cukup banyak.

“Penderita dari kalangan anak-anak dan remaja ini lebih mendominasi. Karenanya mereka harus mendapat penanganan khusus,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya senantiasa siap siaga mengantisipasi penyebaran penyakit ini. Begitu mendapat laporan adanya warga yang terjangkit, tim medis langsung melakukan penanganan.

“Bahkan kita langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi lingkungannya sekaligus melakukan antisipasi dini,” tandas dia.

Bahrudin menambahkan, pihaknya akan mulai melakukan fogging ke sejumlah desa di mana DBD mulai mewabah. Salah satunya di Desa Bentek, Kecamatan Gangga.

“Kita sudah menggelar fogging di desa ini beberapa hari lalu,” ungkapnya.

Sebenarnya fogging, diakui Bahrudin, tidak akan efektif menghentikan penyebaran DBD. Sebab fogging hanya memberantas nyamuk dewasa. Sedangkan jentik nyamuk hidup dan berkembang.

“Sebab itu, antisipasi yang efektif adalah dengan menggelar PHBS di rumah masing-masing,” ujarnya. (fer/r4)

Berita Lainnya

Tak Perlu Antre, Tiket Elektronik ke Gili Trawangan Kini Semakin Mudah

Redaksi Lombok Post

Dewan KLU Minta Program Dokter Desa Dievaluasi

Redaksi Lombok Post

KLU Cetak 17 Ribu Wirausaha Baru

Redaksi Lombok Post

Hujan Lebat, Jembatan Selengen-Gumantar Kembali Putus

Redaksi Lombok Post

Tahun ini, Dinas PUPR Lombok Utara Bangun Sumur Bor di Empat Titik

Redaksi Lombok Post

PR Kapolres Baru, Kawal Pilkada dan Konflik Lahan Gili Trawangan

Redaksi Lombok Post

Najmul Ingin Pendamping yang Paham Birokrasi

Redaksi Lombok Post

Gaji Minim, Lokasi Terpencil, CPNS Dokter di KLU Sepi Peminat

Redaksi Lombok Post

Diduga Terlibat Politik Praktis, Sukri Bakal Dilaporkan ke KASN

Redaksi Lombok Post