Lombok Post
Headline Metropolis

Masuk Gili Trawangan, Wisatawan Wajib Cek Kesehatan

MATARAM-Pintu-pintu masuk NTB masih dijaga ketat. Mereka yang datang dari luar negeri mendapat pemeriksaan khusus. Termasuk wisatawan mancanegara yang datang ke NTB menggunakan kapal cepat ke kawasan tiga gili.

”Sesuai SOP, mereka yang datang dari bandara dan pelabuhan kita periksa,” kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Mataram dr I Wayan Diantika, kemarin (12/2).

Dia mencontohkan di Pelabuhan Bangsal, Kecamatan Pemenang. Kapal-kapal cepat dari Bali yang membawa wisman diperiksa. Sebelum semua penumpang turun, petugas KKP bersama Dinas Kesehatan naik ke kapal mengecek satu per satu penumpang.

”Semua kapal wisata dari Bali harus diperiksa dulu sebelum menurunkan penumpang di gili atau Teluk Nare dan Senggigi,” kata Wayan.

Pemeriksaan itu bertujuan untuk mencegah masuknya virus Korona ke NTB. Kawasan tiga gili merupakan salah satu tujuan utama wisman yang berlibur ke Lombok, sehingga mendapat perhatian khusus. Saat ini, sedikitnya 1.200 wisatawan mancanegara datang dari Bali menggunakan kapal cepat setiap hari di kawasan wisata tiga gili.

Untungnya, dari ribuan wisatawan yang diperiksa, belum ada yang terindikasi terjangkit virus Korona. ”Tidak ada yang suspek,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi menegaskan, seminggu terakhir, semua kapal cepat dari Bali wajib melewati Pemenang baru bisa ke gili. ”Tidak boleh lagi langsung dari Bali ke gili,” tegasnya.

Di Pemenang ada kantor kesehatan pelabuhan, sementar di gili belum ada sehingga mereka diarahkan ke sana. Tapi pengawasan tidak hanya dilakukan di kawasan tiga gili. ”Semua pintu masuk kita periksa, dari Mataram sampai Bima,” katanya.

Dia pun sudah keliling memantau di wilayah Sumbawa dan Bima. Awak-awak kapal di beberapa pelabuhan juga diperiksa tim medis. Pemerintah tidak mau kecolongan.

Bahkan saat ini, pemerintah memberi antensi khusus bagi mereka yang datang dari Singapura. ”Kalau yang datang dari China sedikit, tapi dari Singapura banyak,” katanya.

Tapi hal itu masih dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Sebab, NTB memiliki penerbangan langsung ke Singapura. ”Kami tunggu petunjuk untuk yang Singapura,” katanya.

Sementara itu, observasi terharap warga yang pulang dari China masih terus dilakukan. Baik yang jalani karantina rumah maupun observasi di RSUD. ”Total yang kita pantau 42 orang,” kata dr Eka.

Empat orang sudah melewati masa inkubasi 14 hari dan dilepas dari pemantauan. Sisanya 28 orang masih dipusatkan di Graha Mandalika RSUD NTB, sebagian jalani karantina rumah. ”Mereka dipantau petugas Puskesmas masing-masing daerah,” katanya.

Dari hasil pemantauan petugas Puskesmas di lapangan, hingga saat ini belum ada gejala mereka terjangkit Korona. ”Suhu tubuh mereka masih normal,” tandasnya.

Itu artinya NTB sampai saat ini masih bebas dari virus Korona. Sehingga warga diminta tetap tenang. (ili/r6)

Berita Lainnya

Ayo Lestarikan Budaya Bangsa!

Redaksi Lombok Post

Gubernur Zul : Kades Jangan Memperkaya Diri dengan Dana Desa!

Redaksi Lombok Post

Batas Waktu Rehab Rekon Tinggal Sebulan, 23.217 Rumah Masih Belum Tertangani

Redaksi Lombok Post

Sekda NTB Sambut Baik Investor Rinjani

Redaksi Lombok Post

Catat, Kades Korupsi, Penyaluran Dana Desa Bakal Dihentikan

Redaksi Lombok Post

Gubernur: Investasi di Rinjani Tidak Langsung Diterima

Redaksi Lombok Post

MotoGP Mandalika Sebentar Lagi, Ketersediaan Kamar Hotel Masih Minim

Redaksi Lombok Post

Demi Anak, Yuli Ingin Bebas dari Candu Narkoba

Redaksi Lombok Post

Berebut Investasi di Gunung Rinjani

Redaksi Lombok Post