Lombok Post
Headline Kriminal

Tergiur Janji Manis, Dua CPNS NTB Ditipu Calo

KECEWA: Sejumlah peserta CPNS yang ikut tes di Ballroom Grand Imperial Mataram menekuk wajah dalam lipatan tangan setelah server jaringan sempat down, Sabtu (27/10).

MATARAM-Meski proses seleksi CPNS sudah transparan, masih ada saja yang percaya praktik percaloan. ”Kami minta warga hati-hati dengan calo yang sedang bergentayangan, mereka ingin memanfaatkan momen penerimaan CPNS ini,” imbuh Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB H Adam, kemarin (12/2).

Di NTB, sudah dua orang menjadi korban penipuan calo CPNS. ”Mereka diminta sampai ratusan juta rupiah,” ungkap Adam.

Pelaku berinisial IB kini tengah diburu aparat kepolisian. Dia berharap oknum yang mengaku PNS Lombok Barat tersebut segera ditangkap. ”Semoga bisa segera ditemukan pelakunya,” harapnya.

Menurut Adam, dalam setiap momen rekrutmen CPNS, orang-orang seperti itu selalu mencari celah untuk mendapatkan keuntungan pribadi. ”Tapi perlu saya tekankan, tidak ada celah bagi calo untuk main-main,” katanya.

Dia meminta seluruh peserta mengikuti seleksi sesuai aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan panitia. ”Mereka yang terbaiklah yang akan diterima,” ujarnya.

Proses seleksi kompetensi dasar (SKD) di Pemprov NTB masih berlangsung. Data hingga Selasa (11/2) menunjukkan, dari 4.129 orang peserta yang hadir, 2.107 orang atau 51,03 persen lulus nilai ambang batas (passing grade). ”Sisanya 2.022 orang tidak memenuhi nilai passing grade,” katanya.

Hampir setiap hari selalu ada peserta tidak hadir. Hingga hari kesembilan, peserta tidak hadir mencapai 271 orang. ”Mereka yang tidak datang dianggap gugur, tidak akan ada pengulangan,” jelasnya.

Sementara untuk nilai tertinggi saat ini masih di angka 429 poin, dengan nilai terencah 102 poin.  ”Kami harap semakin banyak yang lolos,” katanya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD NTB H Muzihir menyesalkan ada warga yang percaya calo. Sebab dalam dua tahun terakhir, seleksi CPNS terbuka. Semua orang bisa melihat nilainya langsung. ”Kalau ada orang tertipu luar biasa ketololannya,” tegas Muzihir, setengah kesal.

Dalam proses SKD menurutnya, hampir dipastikan tidak ada celah untuk bermain. Kecuali jika ada tahap wawancara. Karena penilaiannya agak subjektif, potensi permainan ada meski kecil. ”Saya mengimbau masyarakat berhati-hati, tidak ada jalan sedikit pun untuk berbuat curang,” tegasnya. (ili/r5)

Berita Lainnya

Batas Waktu Rehab Rekon Tinggal Sebulan, 23.217 Rumah Masih Belum Tertangani

Redaksi Lombok Post

Kasus Mr Lee, Pengacara : Harusnya Perdata Dipaksakan Pidana

Redaksi Lombok Post

Catat, Kades Korupsi, Penyaluran Dana Desa Bakal Dihentikan

Redaksi Lombok Post

Demi Anak, Yuli Ingin Bebas dari Candu Narkoba

Redaksi Lombok Post

Istri “Setia”, Bantu Suami Bisnis Narkoba dari Lapas Mataram

Redaksi Lombok Post

Banjir Bandang Terjang Sambelia, Ratusan Warga Mengungsi

Redaksi Lombok Post

Sebelum Terlambat, Yuk, Dampingi Anak Saat Menonton Youtube!

Redaksi Lombok Post

Ahyar Minta Tender Proyek Pemkot Mataram Dipercepat

Redaksi Lombok Post

Catat Nih, Pesan Chef William Wongso untuk Pengusaha Kuliner Lombok!

Redaksi Lombok Post