Lombok Post
Metropolis Politika

Pilwali Mataram, Golkar Solid Dukung Mohan-Mujib

MATARAM-Ketua Harian DPD II Golkar H Didi Sumardi merespons kabar adanya petinggi Golkar bermain dua kaki jelang Pilwali 2020. “Ini tidak benar. Ini pandangan imajinatif dan spekulatif tanpa bisa dipertanggungjawabkan,” kecam politisi gaek ini.

Didi memastikan, sembilan anggota DPRD Kota Mataram dari Partai Golkar solid mendukung H Mohan Roliskana sebagai calon wali kota dan TGH Mudjiburrahman sebagai calon wakil wali kota. “Tentu seluruh perangkat dan struktur Golkar. Termasuk kader kami pastikan solid mendukungnya,” tegasnya.

Bila ada internal Golkar yang tidak mendukung keputusan partai, kata Didi, jelas itu termasuk tindakan indisipliner yang keluar dari garis perjuangan partai. “Insya Allah semua jajaran Golkar samina wa atona pada keputusan partainya,” ujar pria yang juga menjadi ketua DPRD Kota Mataram itu.

Bahkan, kata Didi, sampai saat ini hanya H Mohan-TGH Mujib yang sudah pasti berpasangan dan akan bertarung di Pilkada Kota Mataram 2020. “Pasangan Harum (H Mohan-TGH Mujib) sudah final bagi Golkar,” tegas Didi.

Ia meyakini, Mohan dan Mujib merupakan kombinasi figur yang sangat bagus dan menjanjikan untuk Mataram yang lebih maju, religius, dan berbudaya. Saat ini, keluarga besar Golkar pada posisi fokus melakukan langkah-langkah pemantapan, konsolidasi yang positif.

“Terkait partai koalisi, sedang berproses ke arah kesepakatan. Saya kira sama dengan yang lain masih dalam proses,” urainya.

Disinggung soal belum ada gerakan ke bawah seperti paket lain. Ia mengatakan, tidak mesti selalu bersama. Terutama dalam melakukan sosialisasi.

Saat ini paket Harum fokus melaksanakan tugas-tugas yang diamanahi oleh rakyat sebagai wakil wali kota Mataram dan ketua komisi IV DPRD Kota Mataram. “Insya Allah kami optimis akan dapat meraih suara mayoritas warga Kota Mataram,” yakin Didi.

Diungkapkan, Golkar juga tetap membangun koalisi dengan partai lain. Karena dengan koalisi akan menambah semangat bersama-sama membangun Kota Mataram. Meskipun dari segi keterpenuhan syarat, Golkar tak harus berkoalisi. “Itulah cara kami menghargai dan menghormati partai lain sebagai mitra dan sahabat,” ujarnya.

Menurutnya, Golkar bisa bersama-sama dengan beberapa partai dalam suatu koalisi. Suatu aliansi yang punya semangat sama membangun Kota Mataram yang lebih maju. “Aliansi yang punya visi, misi, dan gerak yang sama mewujudkan harapan rakyat. Kami yakin Golkar bisa mewujudkan itu,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar Kota Mataram Abdul Malik mewarning kader Golkar yang bermain dua kaki. Karena tentu sanksinya cukup berat sesuai dengan mekanisme partai. “Kader Golkar harus mendukung paket Harum,” terangnya.

Selain itu, tambah dia, Golkar juga intens melakukan komunikasi dengan sejumlah partai lain. Misalnya dengan PPP yang satu fraksi dengan Golkar di parlemen. “Sejumlah partai lainnya juga kita intens komunikasi,” ujarnya. (jay/r3)

Berita Lainnya

Ayo Lestarikan Budaya Bangsa!

Redaksi Lombok Post

Gubernur Zul : Kades Jangan Memperkaya Diri dengan Dana Desa!

Redaksi Lombok Post

Batas Waktu Rehab Rekon Tinggal Sebulan, 23.217 Rumah Masih Belum Tertangani

Redaksi Lombok Post

Sekda NTB Sambut Baik Investor Rinjani

Redaksi Lombok Post

Catat, Kades Korupsi, Penyaluran Dana Desa Bakal Dihentikan

Redaksi Lombok Post

Saingi Mohan, Baihaqi Siap Rebut SK Golkar di Pilkada Kota Mataram

Redaksi Lombok Post

Dijegal di NTB, Husni Djibril Lobi Restu DPP PDIP

Redaksi Lombok Post

Gubernur: Investasi di Rinjani Tidak Langsung Diterima

Redaksi Lombok Post

MotoGP Mandalika Sebentar Lagi, Ketersediaan Kamar Hotel Masih Minim

Redaksi Lombok Post