Lombok Post
Headline Metropolis

Sirkuit MotoGP Mandalika Sudah Rampung 40 Persen

KAWASAN UNGGULAN: Hamparan lahan investasi di KEK Mandalika yang menjadi andalan daerah, Jumat (8/11) lalu.

LOMBOK TENGAH-Pembangunan sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sudah lebih dari 40 persen. Sirkuit sepanjang 4,32 kilometer dengan 18 tikungan tersebut dijadwalkan rampung akhir tahun ini.

“Pekerjaan bisa dari pagi sampai malam hari. Bahkan ke pagi hari lagi,” kata Direktur Konstruksi Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Dwianto Eko Winaryo pada Lombok Post, kemarin (12/2).

MGPA adalah perusahaan yang dibentuk Indonesia Toruism Development Corporation, untuk mengelola sirkuit Mandalika (ITDC) untuk event balap motor paling akbar di dunia MotoGP.

Pembangunan sirkuit sendiri saat ini masih berupa ground working atau dasar trek sirkuit. Badan jalan yang akan menjadi sirkuit sedang digali. Sesuai standar, trek akan dibuat tiga lapis. Badan jalan yang telah digali tersebut dipasangi geo textile supaya tidak merembes. Kemudian setelah itu, nanti akan dilapisi substrat, dan terakhir baru dilapisi aspal.

Dwianto mengatakan, sirkuit sudah rampung pada Desember. Rencananya, pada Juli, seluruh penimbunan badan jalan telah tuntas. Baik lapis pondasi bawah maupun lapis pondasi atas. Sehingga pada Agustus akan mulai diaspal. Proses pengaspalan sendiri tidak bisa sepotong-potong seperti pengaspalan jalan raya pada umumnya. Tapi harus utuh seluruhnya dan rampung pada hari yang sama.

Aspal yang digunakan pun bukan aspal sembarangan. Tapi, aspal yang telah dimodifikasi khusus untuk sirkuit dengan kualitas terbaik. Aspal ini pun didatangkan dari luar Indonesia. Dari negara mana, Dwianto tak merincinya.

Penggunaan aspal yang dimodifiksi ini sangat penting untuk sisi ketahanan sirkuit dari gaya geser dan tekanan yang disebabkan oleh ban motor dan ban mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi. Juga agar tidak ada perubahan bentuk permukaan. Mengingat, karakter sirkuit ini adalah sirkuit jalan raya. Yang berarti, setelah balapan usai, jalan sirkuit juga akan dilalui oleh kendaraan umum.

Pantauan Lombok Post, truk-truk pengangkut material tanah keluar masuk areal proyek. Material diambil tidak jauh dari lokasi proyek di Desa Kuta. Tidak boleh sembarangan orang masuk ke areal proyek. Karena dikhawatirkan mengganggu aktivitas proyek.

Jika tak ada aral melintang, pada awal tahun depan, sirkuit sudah akan menjalani ujicoba. Dorna, penyelengara MotoGP telah menjadwalkan tes resmi pra musim bagi seluruh pembalap di Sirkuit Mandalika pada Februari atau Maret. Sebagai agenda resmi, tes pra musim ini wajib diikuti oleh seluruh pembalap MotoGP. Sementara pengumuman tanggal balapan MotoGP Lombok akan dilakukan pada tengah tahun depan. Namun, diperkirakan akan digelar Oktober 2021.

Terpisah, Direktur Konstruksi dan Operasional ITDC Ngurah Wirawan menjelaskan, di dalam kawasan saat ini, selain pembangunan bandan jalan untuk sirkuit, sedang dibangun pula pasilitas infrastruktur penunjang lain.

Salah satunya pembangunan kanal atau drainase. Fasilitas ini dikerjakan Balai Wilayah Sungai Nusa Tengara I Kementerian PUPR. Tujuannya, untuk mengaliri air hujan menuju laguna atau sungai sehingga sirkuit tidak tergenang.

Di lainpihak, Direktur Teknis PDAM Praya Sukemi Adiantara juga menjelaskan, bahwa pihaknya bertanggung jawab untuk penyiapan air bersih. Saat ini, PDAM Loteng sedang penyusunan detail engineering design untuk fasiltias ini. Rencananya, PDAM menyiapkan air bersih 200 liter per detik. Air akan didatangkan dari Bendungan Pengga di Loteng.

Nilai Tambah

Sementara itu di Mataram, Gubernur NTB H Zulkieflimansyan kembali menegaskan pentingnya nilai tambah MotoGP Lombok bagi masyarakat.

”Saya tidak mau masyarakat hanya menjadi penonton,” kata Gubernur.

Gubernur mengatakan, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan MGPA untuk memastikan janji ITDC menggunakan tenaga lokal untuk event MotoGP ini. “Kita ingin agar itu diterjemahkan dengan baik oleh anak perusahaan (MGPA),” katanya.

Zul memastian, proses pembangunan Sirkuit Mandalika saat ini berada di trek yang benar. ”Mudah-mudahan bisa kita percepat,” harapnya.

Meski diwarnai pembebasan lahan yang belum tuntas, Zul memastikan semua persoalan itu akan segera ditangani sehingga pembangunan tetap berjalan lancar. Setiap pembangunan menurutnya pasti ada masalah. Tapi hal itu tidak boleh menghambat pembangunan. ”Kalau selalu melihat masalahnya tidak akan maju-maju,” katanya.

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol Tomsi Tohir Balaw memastikan, keamanan NTB terjamin. Dia optimis dengan situasi itu pembangunan berjalan lancar. ”Kita berupaya menyukseskan seluruh program pemerintah,” katanya.

Termasuk menjamin keamanan saat NTB akan kedatangan lebih dari 100 ribu wisatawan saat event MotoGP digelar tahun 2021. ”Polda sendiri sudah menyiapkan sistem pengamanan,” katanya.

Pengamanan tidak hanya dilakukan di lokasi acara, sebab turis yang datang tidak hanya menonton MotoGP tetapi juga akan menikmati destinasi lain di NTB. ”Sehingga kita akan melakukan penanganan secara komprehensif,” katanya.

Penyelenggaraan MotoGP akan menjadi mometum yang baik untuk membangkitkan perekonomian NTB. ”Meski digelar sekali setahun, tetapi efeknya akan banyak,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB Achris Sarwani.

Event balap tidak hanya MotoGP tetapi juga event balap lainnya tetap digelar, baik yang level nasional maupun internasional. ”Kita yakin kalau itu jalan pasti akan ada dampak bagi ekonomi,” katanya.

Dia mencontohkan, industri pariwisata pasti akan hidup. Kebutuhan makan minum akan tinggi, masyarakat bisa memasok bahan makanan yang dibutuhkan. ”MotoGP hanya menjadi penarik bagi event yang lain,” ujarnya. (ili/r6)

 

Berita Lainnya

Ayo Lestarikan Budaya Bangsa!

Redaksi Lombok Post

Gubernur Zul : Kades Jangan Memperkaya Diri dengan Dana Desa!

Redaksi Lombok Post

Batas Waktu Rehab Rekon Tinggal Sebulan, 23.217 Rumah Masih Belum Tertangani

Redaksi Lombok Post

Sekda NTB Sambut Baik Investor Rinjani

Redaksi Lombok Post

Catat, Kades Korupsi, Penyaluran Dana Desa Bakal Dihentikan

Redaksi Lombok Post

Gubernur: Investasi di Rinjani Tidak Langsung Diterima

Redaksi Lombok Post

MotoGP Mandalika Sebentar Lagi, Ketersediaan Kamar Hotel Masih Minim

Redaksi Lombok Post

Demi Anak, Yuli Ingin Bebas dari Candu Narkoba

Redaksi Lombok Post

Berebut Investasi di Gunung Rinjani

Redaksi Lombok Post