Lombok Post
Giri Menang NTB

Banyak Dikeluhkan Warga, Dewan Sidak Dukcapil Lobar

TONI/LOMBOK POST CEK LANGSUNG: Ketua DPRD Lobar Hj Nurhidayah saat mengecek pelayanan di Dinas Dukcapil Lobar, kemarin (14/2).

GIRI MENANG-Pelayanan administrasi kependudukan paling sering dikeluhkan. “Kartu Keluarga (KK) dan akte yang paling riber diurus. Jadinya memang cepat, tapi antreannya kita harus bolak balik empat sampai lima kali,” tutur Suhadah salah seorang waga Dusun Ireng Daye Desa Gunungsari kepada Lombok Post disela-sela kunjungan DPRD Lobar ke Kantor Dinas Dukcapil, kemarin (14/2).

Ia membeberkan beberapa kali datang ke Kantor Dukcapil Lobar tapi selalu kehabisan antrean. Padahal ia sudah datang pagi maupun siang. Tapi kondisi antrean selalu habis. Akibat masyarakat yang datang mengurus dokumen kependudukan seabrek.

Sementara yang bisa dilayani petugas hanya sebagian saja. Sehingga beberapa menit setelah loket layanan dibuka, antrean habis seketika.

Begitu juga ketika kunjungan DPRD Lobar kemarin. Sekitar pukul 10.00 Wita, loket antrean ternyata sudah tutup. Akibatnya, puluhan warga yang sudah datang jauh-jauh dari Narmada, Gunungsari, Batulayar maupun Sekotong tak bisa terlayani.

“Setiap hari memang masyarakat yang bisa dilayani hanya 70 orang. Tapi yang datang sampai ratusan makanya banyak yang tak kebagian tiket antrean,” aku salah seorang petugas.

 

Tersendatnya pelayanan ini akibat mesin cetak dokumen kependudukan di Kantor Dukcapi Lobar sangat terbatas. Hanya dua unit saja. Itu pun satu unit kerap digunakan untuk pelayanan keliling di kecamatan dan desa-desa.

“Memang kami kekurangan alat perekam dan alat cetak. Kami hanya punya dua alat perekam dan alat cetak, kalau idealnya 10 unit,” kata Kepala Dinas Dukcapil Lobar H Muridun.

Anggaran untuk Dukcapil Lobar 2019 ini Rp 1,8 miliar. Itu pun pihaknya juga berutang untuk pengadaan blangko. Padahal masyarakat yang datang setiap hari membutuhkan dokumen kependudukan 300-400 orang. “Yang bisa terlayani hanya 100 orang, 300 orang jadinya kecewa,” akunya.

“Profesor atau doktor pun menjadi kepala dinas kalau alatnya seperti ini tidak bisa menyelesaikan persoalan,” imbuhnya.

Pihaknya di Dukcapil Lobar sudah mengusulkan ke TAPD untuk penambahan alat dan fasilitas. Namun usulan pihak Dukcapil tidak diakomodir. “Makanya kami juga berharap dewan memberi anggaran porsi lebih,” ungkapnya saat menerima kunjungan Ketua DPRD Lobar bersama Komisi I.

Ketua DPRD Lobar Hj Nurhidayah mengakui harus banyak sistem yang diperbaiki di Dukcapil Lobar. Banyak peralatan yang dibutuhkan namun tidak tersedia. Padahal, menurutnya nilainya tidak seberapa.

Belum lagi ia menyorot tempat pelayanan yang kurang nyaman. “Kalau yang melayani dia nyaman, pasti akan melayani lebih bagus lagi,” bebernya.

Pihaknya selama ini tidak mengetahui persoalan di Dukcapil. Ini akan menjadi catatan legislatif. Ia berjanji setelah turun melihat kondisi ril di bawah, dewan akan memberikan perhatian lebih pada dinas Dukcapil.

“Tahun 2020 kami sudah anggarkan untuk layanan mobil keliling. Banyak pokir yang dianggarkan untuk pendingin udara pelayanan di sini (Dukcapil, Red),” bebernya.

Tahun ini, Pemda Lobar juga berencana membangun Kantor Dinas Dukcapil yang baru di lahan seluas 50 are dua lantai. Diharapkan, ini bisa memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat. (ton/r8)

 

Berita Lainnya

Tubuh Bengkak dan Kulit Terkelupas, Muhaidin Butuh Bantuan

Redaksi Lombok Post

Gerung Bak Kota Mati, Car Free Day Dinilai Perlu

Redaksi Lombok Post

KNPI Nilai Pemkab Lobar Miskin Aksi

Redaksi Lombok Post

Senggigi Amburadul, Dishub Lobar Ancam Polisikan Kontraktor

Redaksi Lombok Post

Senggigi Gelap Gulita, Sekda Temukan PJU Tak Menyala

Redaksi Lombok Post

Ini Dia Tempat yang Lagi Ngehit di Narmada, Kolam Biru Sulinadi

Redaksi Lombok Post

Baru Nikah, Dua Hari Sudah Bercerai

Redaksi Lombok Post

Dampak Corona, Kunjungan Hotel di Senggigi Turun

Redaksi Lombok Post

Duh, Pak Camat Kuripan Terkena DBD

Redaksi Lombok Post